Dana Pensiun Bank Mandiri Targetkan Hasil Investasi Rp 720 Miliar di Tahun Depan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) mencatat adanya kenaikan hasil investasi sepanjang tahun ini hingga November 2023. Anak usaha Bank Mandiri ini pun telah merancang strategi untuk membidik pertumbuhan di tahun 2024.

Direktur Utama Dapen Bank Mandiri Ali Farmadi menyebutkan hasil usaha investasi perusahaan mengalami kenaikan tipis sebesar 1,94% year to date (Ytd) menjadi Rp 633 miliar di November 2023 dibandingkan Desember 2022 yang senilai Rp 620,93 miliar.

“Target akhir tahun 2023 ini adalah sebesar Rp 656 miliar. Insha Allah ini akan dapat kami capai,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (28/12).


Bila ditelisik dari laporan keuangan hasil investasi DPBM diprediksi akan naik sekitar 5,64% yoy dengan target Rp 656 miliar di akhir tahun ini dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 620,93 miliar.

Ali mengungkapkan, DPBM menargetkan hasil usaha investasi bisa mencapai Rp 720 miliar di tahun 2024. Untuk itu, pihaknya telah meracik strategi investasi yang akan dilancarkan di tahun depan.

Baca Juga: Asosiasi Dana Pensiun Waspadai Hal Ini untuk Investasi di 2024

“Kita tetap akan melanjutkan strategi liabilities driven investment (LDI), dengan mencari instrumen yang sesuai jatuh tempo kewajiban manfaat pensiun dengan berinvestasi pada SBN dan Obligasi korporasi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Ali, perusahaan akan memanfaatkan pergerakan pasar saham yang diperkirakan akan bergerak positif untuk masuk di Exchange Trade Fund (ETF) dan reksadana saham.

“Kita akan lakukan front loading untuk SBN dan obligasi korporasi di awal-awal tahun,” terangnya.

Ali bilang, memang saat ini penempatan investasi terbesar DPBM masih pada instrumen SBN sekitar 45% dan obligasi korporasi sekitar 37% dari total investasi. Di tahun depan DPBM tetap menjaga komposisi ini untuk memberikan hasil yang sustain.

“Kita tetap optimis untuk tahun 2024 ini, walaupun diproyeksikan di pertengahan tahun akan terjadi penurunan suku bunga, namun dilain sisi kita berharap akan ada volatilitas yang positif di pasar saham sehingga kita akan dapat memanfaatkan momentum pergerakan ini,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari