Dana Pensiun BCA: Realisasi Rol di 2025 Sulit Terulang di Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Return on Investment (RoI) dana pensiun konvensional mencapai 8,18% per akhir 2025. 

Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menganggap, industri dana pensiun konvensional menghadapi kondisi yang terbilang cukup menantang tahun ini untuk menyamai pencapaian RoI pada akhir 2025.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, hal itu dipicu kondisi pasar saat ini yang terbilang sangat volatil. 


"Pergerakan harga saham kurang baik dan peningkatan suku bunga acuan turut menekan nilai pasar portofolio obligasi lama industri dalam jangka pendek," katanya kepada Kontan, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Universal BPR Perkuat Transformasi Digital Lewat Universal Mobile

Namun, Budi menyebut kenaikan suku bunga acuan sebenarnya juga membuka peluang baru bagi industri. Dia bilang jika ada aliran dana atau likuiditas baru yang masuk, industri bisa memanfaatkannya untuk melakukan penempatan investasi pada instrumen pendapatan tetap dengan tingkat yield yang jauh lebih tinggi dan menarik. 

Dengan demikian, Budi menyebut, peluang industri untuk mencapai RoI yang kompetitif tetap terbuka pada tahun ini. 

"Dengan catatan, industri menyikapinya dengan realistis dan tetap fokus pada konsistensi hasil jangka panjang," ucap Budi.

Untuk Dapen BCA, Budi menyampaikan perolehan RoI per April 2026 tercatat sebesar 1,24%. Angkanya mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan posisi Maret 2026 yang sebesar 0,42%.

Budi menerangkan kenaikan tersebut utamanya didorong kondisi pasar saham pada April 2026 yang menunjukkan adanya peningkatan, serta pergerakan yield obligasi yang mengalami penurunan. Alhasil, kondisi itu berdampak positif pada valuasi portofolio pendapatan tetap Dapen BCA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News