Dana Pensiun BCA Ungkap Tantangan Kelola Investasi hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menyebut terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengelola investasi dana pensiun hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menerangkan tantangannya datang dari makro ekonomi dan dinamika internal. Dari sisi eksternal, Budi menyampaikan tantangannya berupa kondisi pasar yang volatil dan pergerakan harga saham.

Baca Juga: OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga, Siapkan Tim Likuidasi


"Ditambah, pergerakan suku bunga acuan berpotensi memengaruhi fluktuasi nilai pasar portofolio aset pendapatan tetap yang sudah dimiliki," katanya kepada Kontan, Selasa (21/7).

Dari sisi internal dan demografi peserta, Budi menyebut terdapat tantangan berupa volume jumlah peserta pensiun normal yang cukup tinggi. Dia menyebut siklus itu menuntut konsistensi pengelolaan likuiditas yang ketat agar dana pensiun senantiasa siap memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun peserta secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga pertumbuhan aset yang sehat.

Budi menyampaikan bagi Dana Pensiun BCA, pengelolaan portofolio didasarkan pada prinsip kehati-hatian dengan fokus orientasi jangka panjang. Dia juga sempat menerangkan strategi alokasi dilakukan secara terukur sebagai bagian dari manajemen aset liabilitas atau Asset Liability Management (ALM). 

"Alokasi portofolio investasi kami secara umum tetap berjalan konsisten secara bertahap dan terukur," ungkapnya.

Berdasarkan data terakhir per Juni 2026, porsi penempatan instrumen SBN Dana Pensiun BCA tercatat sebesar 38,98%.

Baca Juga: Biaya Dana Obligasi Naik, Kredit Bank Kian Kompetitif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News