Dana Pensiun Borong SBN Rp159 Triliun Kurangi Investasi Saham, Ini Penjelasan ADPI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, investasi dana pensiun (dapen) konvensional di Surat Berharga Negara (SBN) naik 14,49% secara year on year (YoY), menjadi Rp 159,17 triliun per Mei 2026. Adapun alokasi di saham turun 26,54% yoy, menjadi Rp 17,85 triliun per Mei 2026. 

Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menjelaskan perubahan kepemilikan SBN tersebut karena adanya fluktuasi harga saham yang cenderung turun. Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi menambahkan dana pensiun berusaha meningkatkan portofolio di SBN dan mengurangi porsi portofolio di saham. "Sebab, income SBN pasti dan risikonya lebih rendah, dibandingkan instrumen saham," ujarnya kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Ke depannya, Bambang memproyeksikan dana pensiun akan meningkatkan lagi portofolio SBN, seiring  naiknya yield SBN.


Baca Juga: Bunga Kredit UMKM Tetap 10,47%, Insentif KLM BI Belum Mampu Turunkan Bunga Pinjaman

Sementara itu, Bambang menyebut ada sejumlah tantangan yang dihadapi dana pensiun dalam mengelola investasi. Dia bilang salah satu tantangannya adalah menjaga likuiditas sesuai kebutuhan untuk membayar manfaat pensiun.

"Selain itu, mencari instrumen investasi yang imbal hasilnya match dengan bunga teknis dan risikonya rendah, serta penerapan kebijakan exit policy agar kualitas aset investasi tetap terjaga," ucap Bambang.

Sebagai informasi, berdasarkan data OJK, total aset dana pensiun per Mei 2026 tumbuh sebesar 7,71% yoy, dengan nilai mencapai Rp 1.693,37 triliun. 

Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,94% YoY, dengan nilai mencapai Rp 410,65 triliun per Mei 2026. Adapun nilai iuran program pensiun sukarela tumbuh 11,98% YoY, dengan nilai mencapai Rp 16,98 triliun per Mei 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News