KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri dana pensiun (dapen) masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan
return on investment (ROI). Ketua Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan, tekanan terhadap kinerja investasi dipengaruhi oleh volatilitas pasar keuangan global, ketidakpastian arah suku bunga, hingga pelemahan rupiah. Ia menjelaskan, peningkatan risiko geopolitik global turut menekan pasar keuangan domestik, sedangkan penurunan suku bunga berdampak terhadap
yield investasi, khususnya pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap yang mendominasi portofolio dana pensiun.
Baca Juga: Lampaui Target, Pembiayaan ACC dan TAF di GIIAS 2026 Capai Rp 2,4 Triliun "Penurunan ini dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik global yang menekan pasar keuangan domestik, serta penurunan suku bunga yang menurunkan yield investasi," ujarnya kepada Kontan, Rabu (12/8/26). Tantangan lainnya juga berasal dari pergerakan suku bunga dan pasar saham. Katanya, kenaikan BI Rate dapat menekan harga obligasi dalam jangka pendek, sedangkan pasar saham lebih sensitif terhadap sentimen global. Kondisi di atas membuat industri dana pensiun perlu menjaga keseimbangan antara hasil investasi dan profil risiko sehingga industri tidak bisa terlalu agretif mengejar imbal hasil investasi. Meski begitu, ia menilai peluang perbaikan ROI masih terbuka pada sisa tahun ini. Tondy melihat sejumlah faktor yang bisa menopang kinerja investasi, yakni yield obligasi yang relatif menarik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif, dan peluang melakukan
rebalancing portofolio yang berpotensi membuat ROI membaik untuk ke depannya. Oleh karena itu, dana pensiun diharapkan bisa memperkuat manajemen risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penempatan investasi serta melakukan diversifikasi portofolio agar ketahanan hasil investasi tetap terjaga. Selain itu, pengelolaan durasi aset secara aktif dapat dilakukan untuk mengantisipasi perubahan suku bunga. Salah satu langkah yang dapat ditempuh yaitu menambah portofolio deposito berjangka yang bersumber dari iuran dana baru.
Dana pensiun juga bisa mengalihkan pencairan investasi dari instrumen
fixed income ke deposito sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio. Ia menegaskan, peningkatan ROI tetap perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang berasal dari kondisi pasar keuangan global, arah suku bunga, dan pergerakan nilai tukar. Di tengah kondisi tersebut, keseimbangan antara pencapaian hasil investasi dan profil risiko jadi salah satu hal yang patut dicermati industri dana pensiun.
Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Baru Pemeriksaan Bank Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News