Dana proyek MRT fase II siap di eksekusi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menyebut bahwa proyek MRT Fase II akan segera dijalankan menyusul perjanjian pinjaman dana dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) sudah di tanda tangani pada Rabu (24/10).

"Law agreement sudah exchange note kemudian barusan law agreement ditandatangani. Jadi exchange note itu antara dubes Jepang dengan dirjen Asia Pacific," kata William di Balai Kota DKI.

Ia melanjutkan bahwa dengan kesepakatan ini menunjukkan bahwa ketersediaan dana Rp 22,5 triliun sudah siap untuk pembangunan MRT Fase II.


"Perjanjian ini menjelaskan terkait kesepakatan Pemerintah Jepang untuk masuk ke pembangunan MRT Fase II karena duitnya sudah disiapkan. Sekarang adalah proses bahwa uang itu sudah siap dieksekusi," tegasnya.

Proses selanjutnya adalah penyiapan desain konstruksi MRT Fase II. "Ya terus berjalan kan, ada desainnya. Desain itu kemudian ditentukan paket-paketnya. Ya akan ketahuan berapa dana yang akan dieksekusi," ungkap William.

Namun sejauh ini, pemilihan kontraktor masih terkendala akibat lelang ulang yang sedang diselenggarakan akibat beberapa perusahaan dalam lelang ke II tidak lolos kualifikasi.

William menjelaskan kebutuhan dana untuk MRT Fase II ini adalah 22,5 triliun. Dana ini dengan komposisi visibility studies. Untuk nilai pastinya, William menyebut akan menunggu desain proyek rampung.

"Dana keseluruhan direncanakan Rp 22,5 triliun, tapi belum pasti. Setelah desain baru diketahui pastinya. Ini harus dilakukan secara bertahap nggak bisa sekaligus berdasar pada itu," tegasnya.

Meski proses lelang masih berjalan, William optimistis ground breaking bisa dilakukan akhir tahun ini dengan target penyelesaian di tahun 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto