KONTAN.CO.ID - Dana saham global mencatat arus masuk mingguan terbesar dalam 3,5 bulan pada periode hingga 14 Januari 2026. Investor mendorong pasar saham dunia mendekati level tertinggi sepanjang masa, melanjutkan momentum penguatan sejak tahun lalu, sekaligus mengesampingkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global dan geopolitik. Data LSEG Lipper menunjukkan, dana saham global membukukan pembelian bersih sebesar US$45,59 miliar dalam sepekan tersebut.
Baca Juga: Gaza, Venezuela, Greenland: Jejak Kebijakan Global Trump Beraroma Imperialisme Angka ini merupakan arus masuk terbesar sejak pembelian bersih senilai US$49,13 miliar pada pekan yang berakhir 1 Oktober lalu. Indeks MSCI World, yang melonjak 20,6% sepanjang 2025, kembali mencetak rekor baru pekan ini dan telah menguat sekitar 2,4% sejak awal 2026. Sentimen positif pasar turut didorong oleh meredanya tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS), yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) pada tahun ini. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa lalu menunjukkan kenaikan moderat inflasi inti (core CPI) pada Desember, sehingga meningkatkan keyakinan investor bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Delegasi Kongres AS Kunjungi Kopenhagen untuk Redam Ketegangan soal Greenland Berdasarkan wilayah, dana saham AS mencatat arus masuk terbesar, yakni US$28,18 miliar, tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir. Dana saham Eropa dan Asia masing-masing mencatat pembelian bersih sebesar US$10,22 miliar dan US$3,89 miliar. Dari sisi sektoral, saham teknologi, industri, serta logam dan pertambangan menjadi yang paling diminati investor. Ketiga sektor tersebut masing-masing mencatat arus masuk mingguan sebesar US$2,69 miliar, US$2,61 miliar, dan US$1,88 miliar. Sementara itu, dana obligasi global mencatat arus masuk bersih sebesar US$19,03 miliar, relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar US$19,12 miliar. Dana obligasi jangka pendek dan obligasi berdenominasi euro masing-masing menarik arus masuk sebesar US$2,23 miliar dan US$2 miliar.
Baca Juga: Dari Green Beret ke CEO, Gene Yu Bangun Startup Cybersecurity Bernilai Ratusan Miliar Dana pinjaman sindikasi serta obligasi berimbal hasil tinggi (
high-yield bonds) juga masing-masing mencatat inflow sekitar US$1 miliar. Di sisi lain, dana pasar uang justru mengalami arus keluar bersih sebesar US$67,15 miliar, seiring investor menarik sebagian dana setelah dua pekan sebelumnya mencatat investasi bersih kumulatif sekitar US$250 miliar. Untuk komoditas, dana emas dan logam mulia mencatat arus masuk bersih sebesar US$1,81 miliar, menandai pembelian bersih selama sembilan dari 10 pekan terakhir.
Aset pasar berkembang (emerging markets) juga kembali diminati investor. Dana saham
emerging markets mencatat arus masuk sebesar US$5,73 miliar, tertinggi sejak Oktober 2024. Sementara itu, dana obligasi pasar berkembang membukukan pembelian bersih sebesar US$2,09 miliar, berdasarkan data gabungan dari 28.701 reksadana yang dipantau.