JAKARTA. Kondisi pasar saham dan pasar obligasi yang belum stabil membuat PT Sentul City Tbk (City) menunda untuk menerbitkan obligasi maupun Medium Term Note (MTN) untuk mendanai ekspansinya tahun ini. Padahal sebelumnya, emiten properti ini berencana mengkaji pendanaan lewat kedua instrument tersebut. Michael Tene, Investor Relation BKSL mengatakan pendanaan belanja modal atau capex yang dipatok tahun ini sebesar Rp 900 miliar akan mengandalkan khas internal, penjualan lahan (block sell), serta pinjaman perbankan. “Kita belum mengarah ke sana (MTN atau obligasi) karena kondisi pasar belum kondusif. Ini bisa dilihat dari penerbitan saham beberapa perusahaan yang tidak bisa optimal,” kata Michael pada KONTAN akhir pekan lalu.
Danai capex, BKSL andalkan penjualan lahan
JAKARTA. Kondisi pasar saham dan pasar obligasi yang belum stabil membuat PT Sentul City Tbk (City) menunda untuk menerbitkan obligasi maupun Medium Term Note (MTN) untuk mendanai ekspansinya tahun ini. Padahal sebelumnya, emiten properti ini berencana mengkaji pendanaan lewat kedua instrument tersebut. Michael Tene, Investor Relation BKSL mengatakan pendanaan belanja modal atau capex yang dipatok tahun ini sebesar Rp 900 miliar akan mengandalkan khas internal, penjualan lahan (block sell), serta pinjaman perbankan. “Kita belum mengarah ke sana (MTN atau obligasi) karena kondisi pasar belum kondusif. Ini bisa dilihat dari penerbitan saham beberapa perusahaan yang tidak bisa optimal,” kata Michael pada KONTAN akhir pekan lalu.