Danai ekspansi, Dwi Aneka sediakan Rp 900 miliar



JAKARTA. Produsen kemasan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk menganggarkan dana belanja modal Rp 900 miliar tahun ini. Dana tersebut untuk membangun pabrik dan mengakuisisi perusahaan lain.

Perinciannya, sebesar Rp 550 miliar dipakai untuk membangun pabrik. Lantas, sisanya Rp 350 miliar untuk mengakuisisi dua perusahaan.

Mengenai pembangunan pabrik, Dwi Aneka ingin membikin pabrik kemasan corrugated carton di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksinya 120.000 metrik ton per tahun. Target beroperasi pada 2017.


Luas bangunan pabrik 5 hektare (ha) sedangkan luas area 15 ha. Pabrik itu akan dipegang anak perusahaannya PT Inpack Subang Perkasa.

Pengembangan pabrik tersebut akan berkelanjutan. "Dana Rp 550 miliar adalah investasi tahun ini saja, tahun-tahun berikutnya masih ada lagi," ujar Witjaksono, Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk, Rabu (10/6)

Dwi Aneka telah memiliki tiga pabrik di Tangerang, Banten. Total kapasitas produksi kemasan corrugated carton saat ini 48.000 metrik ton per tahun. Sementara kapasitas produksi kemasan offset packaging 35.000 metrik ton per tahun. Jadi kalau sesuai target, total kapasitas produksi pada 2017 nanti menjadi 203.000 metrik ton per tahun.

Sementara tentang rencana akuisisi, Dwi Aneka ingin mencaplok dua perusahaan. Perusahaan pertama memproduksi kemasan flexible packaging dan offset printing. Hanya, Dwi Aneka masih merahasiakan identitas perusahaan yang akan diakuisisi. Alasan mereka proses penyelesaian akuisisi masih berlangsung.

Aksi akuisisi perusahaan pertama tersebut mencuil Rp 125 miliar dari alokasi dana akuisisi Rp 350 miliar. Jadi,  selebihnya sebesar Rp 225 miliar adalah dana untuk mengakuisisi perusahaan yang kedua. 

Manajemen Dwi Aneka juga belum membeberkan identitas perusahaan kedua. Yang pasti, Dwi Aneka berencana mengempit 70% saham perusahaan yang bergerak di bidang usaha stationery itu.

Meski telah membeberkan rencana ekspansi, manajemen Dwi Aneka memiliki dua catatan. Pertama, dana belanja modal Rp 900 miliar bersifat sementara, alias berpeluang dikoreksi besarannya. Mereka beralasan, tak ingin terlalu ekspansif jika pertumbuhan ekonomi tak juga membaik.

Kedua, memundurkan target penyelesaian akuisisi. "Untuk akuisisi perusahaan kedua, ada kemungkinan tidak harus kami selesaikan tahun ini," kata Witjaksono.

Sembari wait and see berekspansi, Dwi Aneka mulai masuk segmen ritel atau business to customer (B2C). Segmen ini akan melengkapi segmen sebelumnya yang sudah dirambah yakni business to business (B2B). "Jadi kami akan menyasar pelaku industri kecil menengah (IKM) yang kami hitung sebagai ritel," ujar Christine Fald, Vice President PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk.

Dwi Aneka berharap upaya menyasar segmen ritel ini bisa mendatangkan kontribusi 5%-10% terhadap total target pendapatan di 2015. Tahun ini perusahaan itu menargetkan penjualan Rp 1,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan