Danai modal kerja, Lautan Luas merilis obligasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) merilis obligasi senilai Rp 650 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II dengan nilai maksimal Rp 1 triliun.

Mengutip prospektus perusahaan, Kamis (9/11), obligasi ini merupakan penerbitan kedua. Sebelumnya, perusahaan distributor bahan kimia ini sudah menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar.

Surat utang ini terbagi menjadi dua seri. Obligasi seri A memiliki nilai pokok Rp 364,5 miliar. Kupon obligasinya dipatok 9% per tahun dengan tenor tiga tahun. Lalu, obligasi seri B memiliki nilai pokok Rp 285,5 miliar. Adapun kupon yang ditetapkan sebesar 10% dengan tenor lima tahun.


Nantinya, seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja. Surat utang LTLS tersebut sudah memperoleh peringkat idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dalam aksi korporasi tersebut, Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, Maybank Kim Eng Securities, Samuel Sekuritas Indonesia dan Trimegah Sekuritas Indonesia akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital, menilai, kupon yang ditetapkan LTLS tidak akan membebani perusahaan. "Karena masih di bawah bunga pinjaman bank yang sampai double digit," ujar David, Kamis (9/11). Di sisi lain, nilai kupon ini juga cukup menarik bagi investor.

David menambahkan, meski masih terpapar risiko fluktuasi kurs, namun prospek bisnis LTLS masih menarik. "Arus kas perusahaan juga memadai," imbuh dia.

Informasi saja, LTLS sudah memperoleh tanggal efektif bagi penerbitan obligasi ini pada 15 Juni 2017. Kemudian, masa penawaran umum akan mulai dilakukan pada 21 November hingga 23 November mendatang.

Lalu, tanggal penjatahan dijadwalkan pada 24 November. Nantinya, obligasi LTLS ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November.

David merekomendasikan buy saham LTLS. Ia memberi target harga Rp 520 per saham hingga akhir tahun. Kemarin, harga LTLS turun 0,41% menjadi Rp 486 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati