KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Danantara Asset Management mengeksekusi rencana menggabungkan Manajer Investasi (MI) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rencana tersebut untuk membangun pengelolaan aset yang lebih besar. Pada Kamis (2/4/2026), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengumumkan Danantara Asset Management telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat saham anak usaha mereka di bidang manajer investasi. Penandatanganan tersebut terjadi pada 1 April 2026. Dari sisi perusahaan swasta, PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment turut angkat bicara mengenai penggabungan MI BUMN tersebut.
CEO Pinnacle Investment Guntur Putra melihat langkah konsolidasi Danantara sebagai upaya memperkuat skala dan efisiensi industri yang pada akhirnya memang akan membuat persaingan menjadi lebih ketat. Namun, Guntur mengatakan konsolidasi tersebut juga menciptakan peluang baru bagi industri.
Baca Juga: Hasil RUPST Adira Finance: Setujui Bagi Dividen Rp 772,4 Miliar "Sebab, sebagian investor institusi memiliki batasan alokasi terhadap satu manajer investasi, sehingga membuka ruang bagi pemain lain untuk mendapatkan alokasi tambahan," katanya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026). Selain itu, Guntur menuturkan efisiensi yang terjadi berpotensi membuat talenta menjadi lebih tersebar di pasar, sehingga meningkatkan kualitas industri secara keseluruhan. Pada akhirnya, diferensiasi melalui kinerja investasi, kepercayaan nasabah, dan inovasi produk tetap menjadi kunci. Terkait kinerja, Guntur mengatakan dana kelolaan Pinnacle Investment sebesar Rp 2,85 triliun per Maret 2026. Asal tahu saja, transaksi tersebut rinciannya, yakni BNI melalui anak usahanya PT BNI Sekuritas akan menjual sebanyak 39.960.000 saham PT BNI Aset Manajemen kepada Danantara dengan nilai transaksi afiliasi Rp 359,64 miliar. BRI mengalihkan dua anak usaha yakni PT BRI Manajemen Investasi dan PT PNM Investment Management dengan total nilai Rp 1,3 triliun. BRI melalui anak usahanya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjual sebanyak 109.999 saham PNM IM dengan nilai transaksi Rp 345 miliar. Sementara nilai transaksi pengalihan saham BRI Manajemen Investasi Rp 975 miliar untuk saham sebanyak 19,5 juta saham. Bank Mandiri juga telah mengalihkan anak usahanya PT Mandiri Manajemen Investasi senilai Rp 1,025 triliun.
Baca Juga: Kabar Baik! Bank Permata (BNLI) Tebar Dividen Rp 1,26 Triliun Jika menelaah dari data Infovesta per Februari 2026, dana kelolaan BRI Manajemen Investasi mencapai Rp 51,82 triliun. Selanjutnya, Mandiri Manajemen Investasi memiliki dana kelolaan Rp 45,81 triliun, kemudian BNI Asset Management membukukan dana kelolaan sebesar Rp 32,66 triliun. Adapun PNM Investment Management memiliki dana kelolaan Rp 4,81 triliun. Jika ditotal, keseluruhan asetnya mencapai Rp 135,1 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News