Danantara Bakal Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Bulan Depan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus memacu proyek hilirisasi industri strategis di dalam negeri. Terbaru, Danantara bersiap melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baja di sisi hulu (upstream) pada bulan depan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menyatakan, proyek ini bertujuan untuk menambah kapasitas produksi baja nasional secara signifikan. Langkah ini diambil guna memperkuat suplai baja domestik agar tidak lagi bergantung pada produk luar negeri.

"Salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan oleh Danantara tahun ini adalah pengembangan upstream industri baja kita yang akan segera kita groundbreaking di bulan depan. Itu untuk penambahan kapasitas 3 juta ton daripada baja kita," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).


Baca Juga: Danantara Wajibkan Seluruh Perbaikan Kereta Api Lewat PT INKA

Dony menjelaskan, pengembangan industri baja merupakan langkah strategis bagi masa depan industri nasional. Pasalnya, kebutuhan baja di dalam negeri saat ini masih didominasi oleh produk impor, sehingga penambahan kapasitas produksi menjadi hal yang mendesak.

"Kami berharap bahwa kebutuhan baja kita hari ini masih didominasi oleh impor baja. Karena itu dengan kita mengembangkan kapasitas baja kita, pabrik baja kita, ke depan di sisi upstream yang kita akan lakukan groundbreaking pada bulan depan, kurang lebih dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun," lanjutnya.

Dony menekankan bahwa munculnya industrialisasi ini harus didukung oleh suplai baja milik sendiri. Ke depan, hasil produksi dari pabrik baru ini diharapkan dapat menjadi pemasok utama bagi berbagai industri turunan di Indonesia.

Baca Juga: Kebijakan Danantara: Pelni hingga Pertamina Wajib Order Kapal ke PT PAL!

Namun, ia juga memberikan catatan mengenai perlunya dukungan regulasi dari pemerintah. Menurutnya, proteksi terhadap industri lokal sangat krusial agar investasi besar di sektor baja ini bisa kompetitif di pasar global maupun domestik.

"Ini tentu harus ada keberpihakan pemerintah untuk melindungi industri-industri yang sedang kita kembangkan. Karena tanpa keberpihakan tentu industri ini akan sulit untuk bersaing ke depannya. Paling tidak pertemuan ini kami berharap ada keberpihakan kita untuk memajukan industri-industri baja kita," pungkasnya.

Baca Juga: DPR Nilai Rencana Danantara Jadi Pemegang Saham BEI Sangat Strategis

Selanjutnya: Strategi Buyback Saham: Alasan Perusahaan Membeli Kembali Aset dan Efeknya

Menarik Dibaca: Daerah Ini Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/2) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News