Danantara Berencana Bangun Kilang CPO di Mesir, Kadin: Gerbang Masuk Pasar Afrika



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membangun kilang pengolahan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Mesir disambut positif oleh pelaku usaha. 

Ekspansi investasi hilirisasi kelapa sawit ke kawasan Timur Tengah tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperluas penetrasi ekspor produk turunan CPO Indonesia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menilai, Mesir memiliki posisi geografis serta pasar yang sangat potensial bagi komoditas unggulan nasional. 


Baca Juga: Industri Film Indonesia Hadapi Tantangan Pemerataan Layar dan Keberlanjutan Bisnis

Selain memiliki basis populasi domestik yang besar, Anindya memandang, Mesir sebagai hub logistik yang efektif untuk merambah pasar non-konvensional di benua Afrika.

"Kita lihat saja, tapi yang pasti Mesir itu ada 100 juta orang dan itu adalah gate away (gerbang) ke Afrika," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Anindya mengungkapkan, potensi keberhasilan investasi di Mesir telah dibuktikan oleh rekam jejak sejumlah korporasi besar asal Indonesia yang lebih dulu berekspansi di sana. 

Dia meyakini, kehadiran kilang CPO baru ini bakal semakin memperkuat volume perdagangan bilateral serta membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas bagi kedua negara.

"Kalau kita lihat Indofood sama Indorama sudah di sana dan itu berkembang, jadi bisa meningkatkan trade juga," ungkapnya. 

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan bahwa pihaknya berencana membangun kilang minyak kelapa sawit (CPO) atau refinery palm oil di Mesir.

Hal tersebut diungkapnya usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-sisi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Minggu (11/10/2026).

"Kalau dari sisi investasi, kita akan bekerja sama, Danantara Sovereign Wealth Fund dengan Sovereign Wealth Fund-nya mereka, dan juga nanti kita bekerja sama juga untuk di bidang palm oil, CPO," ujar Rosan.

Rosan mengaku, pihaknya telah mengantongi restu untuk membangun kilang tersebut dari Pemerintah Mesir. Menurutnya, ini terlihat dari telah disediakannya lahan untuk pembangunannya.

"Nanti kita akan melihat, karena sudah disediakan lahan di sana untuk membangun refinery palm oil, karena mereka kan juga mengimpor palm oil banyak sekali dari Indonesia," tandasnya.

Baca Juga: PGEO Genjot Pengembangan Panas Bumi, Intensifkan Pengeboran Sumur 3 Wilayah Operasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News