Danantara Bersiap Lelang Proyek Listrik Sampah Tahap 2: Sasar 6 Kota



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap akan segera melakukan lelang tahap kedua atau batch kedua dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Lead of Waste to Energy Danantara, Fadli Rahman lelang tahap kedua akan segera dilaksanakan setelah pengumuman lelang tahap pertama di pertengahan Februari 2026, dengan menyasar 6 kota/kabupaten.

"Tahap kedua untuk 6 wilayah. Ada enam kota/kabupatan berikutnya yang sudah menyatakan kesiapannya. Juga ini akan dimulai proses penerimaan mitranya dalam waktu dekat, kami berharap dan kami usahakan sesegera mungkin di akhir Q1 (kuartal pertama) akan kita launcing," kata dia saat ditemui dalam agenda Hasil Kajian Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta, Rabu (21/01/2026).


Dengan lelang tahap kedua yang dimulai pada kuartal pertama tahun ini, maka terdapat 10 kota/kabupaten yang dibuka lelangnya oleh Danantara.

Baca Juga: Danantara Pastikan Insinerator dalam Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru

Sayangnya, Fadli belum bisa menyebut 6 kota/kabupaten tambahan yang akan dilelang di tahap dua.

"Setelah proses tender, Pak Rosan menyampaikan groundbreaking di akhir Maret (tahap pertama)," tambahnya.

Sama seperti sistem batch pertama, pemenang tahap kedua juga harus membuat konsorsium dengan perusahaan lokal untuk menggarap PLTSa-nya.

Adapun empat wilayah tahap pertama yang telah menyatakan kesiapan penuh sejak akhir 2025, adalah Kota dan Kabupaten Bogor, Denpasar, Yogyakarta serta Bekasi.

Untuk diketahui melalui Perpres No. 109 Tahun 2025, kontrak yang terjalin antara konsorsium pemenang tender dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam proyel PLTSa ini adalah selama 30 tahun.

Terkait pasokan atau feedstock sampah, Fadli bilang Danantara akan memastikan konsorsium menerima sampah yang dipasok oleh Pemda tersebut.

"Kita harus tahu, kita harus memastikan ada volabilitas dari total sampah, memang kalau kondisi sampah berubah-ubah, kita akan monitor terus. Kemungkinan ada sanksi (jika konsorsium tidak terima sampah)," kata dia.

Baca Juga: Danantara Umumkan Pemenang Lelang PSEL Februari 2026

Dalam kesempatan yang sama, Intan Salsabila Firman,  Senior Research Tenggara Strategics menyebut dalam Perpres, selain mengatur kenaikan harga beli listrik PLTSa, pemberian kompensasi kepada PLN, terdapat skema must dispatch, hingga muncul penggunaan teknologi yang teruji dan ramah lingkungan.

"Target pembangunan PSEL ini cukup banyak ya, jadi sampai 2029 ditargetkan terdapat sekitar 33 PSEL dengan 7 unit yang diharapkan di lokasi pada tahun 2026. Jadi ini accelerated biar kedaruratan sampah di kota-kota besar ini segera tertangani,” ungkap Intan.

Intan menegaskan, meski masih menghadapi banyak tantangan, WTE tetap menjadi salah satu solusi paling realistis untuk mengatasi darurat sampah nasional.

“Dari berbagai masalah ini, tetap tidak bisa dipungkiri waste to energy ini ibaratnya salah satu solusi yang paling signifikan untuk mengatasi darurat sampah,” ujar Intan.

Selanjutnya: Jangan Lewatkan Promo Spesial J.CO Grand Indonesia Gratis 1/2 Lusin Donut

Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan Promo Spesial J.CO Grand Indonesia Gratis 1/2 Lusin Donut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News