KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan mitra global. CEO Danantara Rosan P. Roeslani mengungkapkan adanya dialog intensif mengenai peluang konkret kerja sama dengan Inggris di sektor perdagangan, investasi, industri, hingga teknologi. Dalam Business & Investment Forum bersama Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, Rosan menyebut, Indonesia membuka pintu lebar bagi investasi yang saling menguntungkan. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung memberikan respons terhadap aspirasi para pelaku usaha asal Negeri Raja Charles tersebut.
"Dialog difokuskan pada peluang konkret kerja sama perdagangan, investasi, industri, dan teknologi yang saling menguntungkan, dengan respons langsung dari Bapak Presiden terhadap aspirasi dan minat para pelaku usaha," ujar Rosan dikutip dari akun Instagram pribadinya @rosanroeslani, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Cegah Korupsi, Purbaya Pantau Ketat Saldo Tabungan Pejabat Pajak Tak hanya di sektor industri dan teknologi, pemerintah juga mengincar kolaborasi di sektor pendidikan dan kesehatan melalui UK-Indonesia Education Roundtable. Sektor ini dinilai penting sebagai instrumen efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan memperkuat keadilan sosial. Visi besar tersebut mencakup pembangunan sekolah berasrama bagi keluarga tidak mampu, perluasan pembelajaran digital jarak jauh, hingga pengembangan universitas dan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di tanah air. Pemerintah pun menegaskan keterbukaan terhadap kehadiran pengajar ahli dari luar negeri. "Bapak Presiden menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap kolaborasi dosen dan profesor asing sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan nasional," tambah Rosan. Melalui Danantara, pemerintah berharap sinergi investasi dengan Inggris ini tidak hanya membawa modal masuk, tetapi juga transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di level global.
Danantara Hadir di World Economic Forum (WEF) 2026
Sebelumnya, Danantara Indonesia turut hadir untuk pertama kalinya digelaran WEF 2026 di Davos, Swiss yang digelar pada 19-22 Januari 2026. Rosan mengungkapkan, kehadiran Danantara diarahkan untuk membangun kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan global, memobilisasi modal secara selektif, serta mendorong investasi berkualitas yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. “Kehadiran Danantara Indonesia di World Economic Forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola yang kuat dan kualitas investasi yang tinggi. Melalui partisipasi ini, keberadaan Indonesia di WEF tahun ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Senin (19/1/2026). Rosan bilang, Indonesia menghadapi langsung tantangan perubahan iklim, dinamika demografi, serta kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Untuk itu, lanjut dia, Danantara Indonesia memosisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial. Rosan memastikan bahwa setiap kolaborasi yang dibangun tidak hanya menarik secara finansial, tetapi juga harus relevan dan berkontribusi langsung pada transformasi ekonomi Indonesia. Ia mengatakan, saat ini fokus investasi Danantara Indonesia berangkat dari kebutuhan riil Indonesia dan selaras dengan agenda global. Prioritas tersebut mencakup penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, percepatan transisi energi, peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur digital, serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda yang terus tumbuh.
Baca Juga: Target Pajak Karyawan Turun di Tahun 2026, Purbaya: Ekonomi Melambat Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News