KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), membuka pendaftaran bagi lembaga pembiayaan yang ingin bergabung dalam Lenders Panel untuk mendukung pendanaan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah di Indonesia. Pembentukan Lenders Panel ini merupakan bagian dari upaya Danantara mempercepat investasi infrastruktur pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membangun jaringan calon pemberi pinjaman yang dapat mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL ke depan.
Baca Juga: MPR Beberkan Tiga Prioritas Transisi Energi Mulai Jangka Pendek hingga Panjang Dalam proses tersebut, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk sebagai
financial advisor untuk mengoordinasikan pendaftaran dan menghimpun informasi dari calon lembaga pembiayaan atas nama DIM dan Denera. Chief Financial Officer Denera M. Ramadhan Harahap mengatakan, pihaknya mengundang berbagai institusi keuangan yang memiliki pengalaman dalam pembiayaan infrastruktur untuk terlibat sejak tahap awal pengembangan proyek. "Kami mengajak seluruh institusi keuangan yang memiliki minat dan pengalaman dalam pembiayaan infrastruktur untuk berpartisipasi dalam Lenders Panel Denera. Inisiatif ini akan membuka peluang bagi para lenders untuk terlibat sejak awal dalam pengembangan pembiayaan proyek PSEL yang akan menjadi bagian penting dari transformasi pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026). Melalui Lenders Panel tersebut, DIM dan Denera akan memetakan kapasitas pembiayaan, pengalaman, serta minat strategis lembaga keuangan untuk mendukung pipeline proyek PSEL.
Baca Juga: Bapanas: Harga Telur & Ayam Mulai Pulih, Pemerintah Jaga Peternak dari Ancaman Rugi Selain itu, informasi yang diperoleh akan digunakan untuk mengevaluasi berbagai alternatif struktur pendanaan sebelum proses pembiayaan resmi dimulai, termasuk pembiayaan berbasis utang, fasilitas non-tunai, maupun skema pembiayaan lainnya. Pendaftaran terbuka bagi berbagai institusi pembiayaan, mulai dari bank umum, bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), lembaga pembiayaan pembangunan, lembaga multilateral,
export credit agencies (ECA), hingga institusi keuangan lain yang memiliki kapasitas mendukung pembiayaan proyek infrastruktur. Para peserta juga dapat menyatakan minat untuk menyediakan beragam instrumen pembiayaan, seperti pinjaman senior, pinjaman subordinasi, pembiayaan berbasis ekuitas, bridging loan, fasilitas jembatan ekuitas, bank garansi,
standby letter of credit, performance bond, pembiayaan perdagangan, skema mezzanine maupun
hybrid financing, sustainability-linked financing, serta pembiayaan yang didukung lembaga multilateral maupun ECA. DIM menegaskan proses ini masih berada pada tahap penjajakan pasar (
market sounding) untuk menghimpun informasi mengenai minat dan kapasitas calon pemberi pinjaman.
Baca Juga: Hadapi Pelemahan Daya Beli, DEPO Tetap Incar Pertumbuhan pada 2026 Karena itu, keikutsertaan dalam Lenders Panel tidak dapat diartikan sebagai penunjukan resmi maupun komitmen Danantara atau Denera untuk memberikan mandat pembiayaan kepada institusi tertentu. Institusi keuangan yang berminat dapat menyampaikan
expression of interest melalui alamat surat elektronik
lenderspanel.danantara@iif.co.id. Masa pendaftaran dibuka hingga 28 Juli 2026. Selama proses berlangsung, seluruh informasi yang disampaikan peserta akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan dalam Non-Disclosure Agreement (NDA) yang berlaku. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News