Danantara Dorong Investasi Strategis untuk Topang Pertumbuhan Ekonomi 8%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia menegaskan komitmennya sebagai penggerak investasi strategis nasional dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, melalui pipeline proyek lintas sektor, penguatan kemitraan global, serta percepatan hilirisasi.

Hal ini disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia yang dihadiri para ekonom, lembaga keuangan, investor, dan pelaku industri, Jumat (13/02/2026).

Adapun, dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kesempatan tersebut menyoroti capaian awal kinerja Danantara.


“Belum genap satu tahun, namun dari laporan sementara yang saya terima, hasil efisiensi dan reformasi yang Danatara jalankan sudah menunjukkan peningkatan hingga empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Ini capaian yang luar biasa, tetapi tidak boleh membuat kita cepat puas. Justru harus terus dikejar,” ujar dalam kesempatan yang sama. 

Baca Juga: Purbaya Ungkap Penyebab Tiffany & CO Disegel Bea Cukai

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi yang dijalankan Danantara Indonesia berorientasi pada dampak ekonomi nyata. 

“Danantara hadir untuk memastikan investasi tidak hanya menghasilkan return finansial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan mendorong transformasi ekonomi nasional,” ujar Rosan.

Untuk menopang pertumbuhan ekonomi, Indonesia diproyeksikan membutuhkan investasi PMA dan PMDN sekitar Rp13.000 triliun pada periode 2025–2029. Realisasi investasi nasional pada 2025 sendiri mencapai Rp1.931,2 triliun dan menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.

Hilirisasi menjadi motor utama. Sepanjang 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2% dari total realisasi investasi nasional, dengan pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Danantara Indonesia menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar AS, termasuk proyek hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur, infrastruktur digital, hingga pengolahan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy).

Sejumlah proyek yang tengah disiapkan antara lain:

- Pengembangan fasilitas Waste-to-Energy di 33 kota

- Investasi agrikultur terintegrasi di dalam dan luar negeri

- Pengembangan data center platform bersama operator global

- Proyek hilirisasi energi seperti bioethanol, bioavtur, dan DME

- Penguatan industri pangan, termasuk poultry dan pengolahan garam

Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor memiliki potensi investasi sekitar US$ 26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.

Di level global, Danantara Indonesia juga memperluas kemitraan strategis. Melalui kerja sama dengan sovereign wealth fund dan lembaga keuangan internasional.

Rosan juga menjelaskan, bahwa kepercayaan investor internasional juga tercermin dari peringkat kredit. Danantara Investment Management memperoleh rating BBB dengan outlook stabil, sejalan dengan sovereign rating Indonesia.

“Setiap investasi harus memiliki multiplier effect, industri tumbuh, teknologi berpindah, lapangan kerja tercipta, dan kapasitas nasional meningkat,” kata Rosan.

Danantara Indonesia menilai momentum reformasi ekonomi harus dijaga agar investasi terus mengalir dan memberikan dampak nyata.

“Indonesia memiliki fondasi yang kuat. Tugas kita adalah memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi investasi riil, pertumbuhan industri, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Rosan.

Baca Juga: Dirut PT PAL Tegaskan Konsolidasi BUMN Galangan Kapal Bukan Agenda Pangkas Pekerja

Selanjutnya: Rayakan Valentine dengan 30 Ucapan Romantis Ini yang Bikin Pasangan Luluh

Menarik Dibaca: Rayakan Valentine dengan 30 Ucapan Romantis Ini yang Bikin Pasangan Luluh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: