KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memacu industrialisasi baja di dalam negeri. Rencananya,
groundbreaking pembangunan pabrik baja baru berkapasitas 3 juta ton per tahun ini dilakukan di Cilegon, Banten.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menegaskan, proyek strategis ini berada langsung di bawah naungan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). "Iya, di bawahnya Krakatau Steel. (Pabrik di Cilegon?) iya, salah satunya di Cilegon," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Insentif Pajak Tak Dipangkas pada 2026 Dony mengungkapkan, proyek ini merupakan bagian dari 21 proyek hilirisasi yang sedang dikerjakan sendiri oleh Danantara di tahun 2026. "Kita tahun ini masuk ke hilirisasi, jadi ada 21 proyek hilirisasi yang sedang dilakukan oleh Danantara itu semua kita lakukan sendiri dalam rangka untuk percepatan pembangunan dan industrialisasi, salah satunya industrialisasi baja," ungkapnya. Dony menjelaskan, pemilihan Krakatau Steel di proyek ini sejalan dengan proses penyehatan yang tengah dilakukan pada emiten baja plat merah tersebut. Saat ini, kondisi keuangan dan bisnis model Krakatau Steel diklaim sudah mulai sehat. "Di Cilegon ini Krakatau Steel ini memang kita sedang lakukan penyehatan, sekarang kondisi keuangannya sudah mulai sehat, sudah kita rapikan, bisnis modelnya sudah kita rapikan, kita mulai main lagi di
upstream-nya," jelasnya. Dony menuturkan, fokus utama dari
groundbreaking di Cilegon ini adalah pembangunan pabrik slab. Menurutnya selama ini, kebutuhan slab nasional masih bergantung pada impor. Dengan adanya pabrik baru ini, Danantara ingin memutus rantai ketergantungan impor tersebut. "Di
upstream-nya ini kita melakukan
groundbreaking untuk pembangunan pabrik slab-nya, kalau sekarang slab-nya masih impor. Nanti kita punya pabrik
slab-nya kemudian kita buat juga
downstream-nya," imbuhnya.
Baca Juga: Nilai Restitusi Pajak Membengkak, Purbaya Siap Investigasi Dony menambahkan, Danantara fokus pada pengembangan industri sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto yang ingin basis pertumbuhan ekonomi nasional ke depan bersumber dari industri, bukan sekadar sumber daya alam seperti tambang dan sawit. Sayangnya, Dony belum bisa menyebutkan nilai investasi proyek jumbo ini. Sementara itu, CEO Danantara, Rosan P. Roeslani menegaskan, pihaknya bakal melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi yang dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal 6 Februari 2026. "Rencananya ada enam hilirisasi yang kita akan Lakukan ground breakingnya Pada rencana Pada tanggal 6 (Februari 2026) sore hari. Rencananya secara bersamaan di enam lokasi baik dari Kalimantan Barat, Cilacap, Banyuwangi," katanya di lokasi yang sama.
Kendati demikian, Rosan tak membeberkan lebih jauh terkait detil enam proyek hilirisasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News