Danantara Pangkas BUMN Jadi 200–300 Entitas, Restrukturisasi Dikebut Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara mempercepat restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) dengan target merampingkan jumlah entitas dari lebih 1.000 menjadi sekitar 200–300 perusahaan pada 2026.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut proses perampingan dilakukan secara bertahap melalui likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.

"Yang total yang sudah dilikuidasi itu, percaya saya sampai dengan hari ini, sudah sekitar 167 perusahaan. Semua kita lakukan dengan proper," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (3/5/2026).


Baca Juga: Permenaker Alih Daya Terbit, KSPI Soroti Potensi Pasal Karet dan Minim Perlindungan

Dony menegaskan langkah ini tidak berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK), karena efisiensi difokuskan pada perbaikan proses bisnis, bukan pengurangan tenaga kerja.

"Kami di sisi bisnis prosesnya. Bukan di sisi karyawan. Ini akan menciptakan perusahaan-perusahaan yang sehat yang justru ke depannya bisa dinikmati oleh para karyawan," katanya.

Selain likuidasi, Danantara juga melakukan konsolidasi berbasis sektor, mulai dari logistik, perhotelan, rumah sakit, hingga jasa keuangan, guna menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien.

Di saat yang sama, restrukturisasi juga berdampak pada pengisian jabatan di sejumlah BUMN yang masih kosong. Hal ini disebabkan proses penataan ulang model bisnis yang masih berjalan.

Dony menjelaskan, pemetaan BUMN dilakukan secara menyeluruh, terutama untuk perusahaan yang memiliki masalah keuangan.

"Ini kan maping-nya dilakukan secara komprehensif. Kita tidak mau tergesa-gesa. Rata-rata perusahaan yang masih kosong itu kita monitor dari BUMN dan dari Danantara langsung karena biasanya mereka menghadapi problem," ujarnya.

Salah satu contoh restrukturisasi terjadi pada Danareksa yang akan dikembalikan menjadi perusahaan manajemen aset.

Baca Juga: Prabowo Bahas Pendidikan hingga Aspirasi Buruh dalam Ratas Tertutup di Hambalang

"Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management. Kembali ke khitahnya. Jadi nanti dari hasil merger yang empat, kan teman-teman lihat, itu ada empat asset management kami, itu akan menjadi Danareksa," jelasnya.

Proses ini dilakukan dengan memisahkan unit usaha yang tidak sejalan dengan bisnis inti, termasuk sektor karya dan kawasan industri.

Selain itu, restrukturisasi juga menyasar perusahaan lain seperti Perumnas yang tengah ditinjau ulang model bisnisnya di tengah beban utang sekitar Rp5,8 triliun.

Dony menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh proses restrukturisasi dan konsolidasi BUMN dapat rampung tahun ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Pak Presiden kan berharap tahun ini selesai. Jadi tahun ini selesai seluruh daripada proses restrukturisasi dan juga konsolidasi daripada BUMN," ujarnya.

Ke depan, restrukturisasi diharapkan mampu meningkatkan kinerja BUMN melalui perbaikan fundamental bisnis, penguatan fokus usaha, serta integrasi antarperusahaan dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News