KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia mempertegas komitmennya memperkuat sektor usaha ultra mikro melalui penguatan bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah ini ditunjukkan dengan kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke berbagai pusat kegiatan PNM di Mojokerto untuk memastikan model pemberdayaan yang dijalankan perseroan berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Peninjauan tersebut meliputi Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), lokasi usaha nasabah, hingga fasilitas Ruang Pintar PNM.
Baca Juga: Kolaborasi dengan PNM, BSI Incar 300.000 Nasabah Ultra Mikro di Aceh Dari kunjungan itu, Danantara menilai model bisnis PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan kepada perempuan prasejahtera, tetapi juga mengedepankan pendampingan usaha, literasi keuangan, serta pembinaan berkelanjutan agar usaha nasabah dapat berkembang. "Yang kami apresiasi dari PNM bukan hanya pembiayaannya. Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh," ujar Komisaris Utama Danantara Asset Management Rabin Indrajad Hattari, Rabu (22/7). Di Mojokerto, hingga 30 Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 73.000 nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto. Operasional tersebut didukung 25 Unit Mekaar, 352 Account Officer (AO) pendamping, serta pembinaan rutin terhadap 5.515 kelompok mingguan. Mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, disusul pertanian, jasa, dan industri rumah tangga. Secara nasional, PNM kini mendampingi lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera melalui jaringan 4.655 unit layanan dan 58 kantor cabang di 36 provinsi.
Baca Juga: PNM Mekaar Bantu Perempuan Ultra Mikro Tumbuh dan Terbebas dari Jerat Rentenir Layanan tersebut dijalankan oleh lebih dari 40.000 AO yang tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan usaha secara intensif untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan bisnis nasabah. Sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan, Danantara juga meninjau Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah yang menjadi sarana pendidikan nonformal bagi anak-anak keluarga nasabah. Fasilitas tersebut saat ini dimanfaatkan 43 anak mulai dari tingkat PAUD hingga kelas VI SD. Kehadiran fasilitas ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha ultra mikro juga dibarengi dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki mengatakan pendampingan merupakan inti dari model pemberdayaan yang dijalankan perusahaan.
Baca Juga: Sinergi PNM dan Danantara Berhasil Salurkan Pembiayaan hingga Wilayah 3T Dengan dukungan Danantara, PNM menargetkan semakin banyak perempuan pelaku usaha ultra mikro mampu meningkatkan skala usahanya, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah. Sumber:
https://bali.tribunnews.com/news/601765/sinergi-danantara-pnm-dorong-perempuan-pengusaha-ultra-mikro-naik-kelas?page=all. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News