Danantara Perluas Portofolio Investasi, Jajaki Pendanaan Rp 2 Triliun ke VKTR



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Danantara Investment Management (DIM) menjajaki kerja sama investasi dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Penjajakan tersebut dituangkan melalui penandatanganan non-binding term sheet antara DIM, VKTR, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pada 1 September 2026. Kesepakatan awal ini menjadi kerangka untuk pembahasan potensi kolaborasi investasi, khususnya pengembangan bus dan truk listrik.

VKTR merupakan anak usaha BNBR yang bergerak di kendaraan listrik berbasis baterai untuk segmen kendaraan komersial di Indonesia.


Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, elektrifikasi kendaraan komersial menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong transisi energi sekaligus memperkuat industri nasional.

"Investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan investasi pada transisi energi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif pada percepatan adopsi kendaraan listrik nasional," ujar Pandu dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Anak Usaha Grup Bakrie (VKTR) Disuntik Rp 2 Triliun Danantara, Ini Tujuannya

Menurut Pandu, kolaborasi tersebut juga sejalan dengan prioritas pemerintah untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Adapun kerja sama DIM dan VKTR akan diarahkan pada pengembangan model mobility as a service (MaaS). Model tersebut dirancang sebagai ekosistem mobilitas listrik terintegrasi untuk mengurangi hambatan adopsi kendaraan listrik, memperluas akses pembiayaan, serta membantu operator armada melakukan transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Pengembangan tersebut terutama menyasar kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik, termasuk operator bus listrik di berbagai daerah di Indonesia.

Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperdalam rantai nilai industri baterai nasional. Hal tersebut berkaitan dengan agenda hilirisasi mineral kritikal yang menjadi salah satu sektor prioritas investasi DIM.

Meski demikian, potensi kerja sama investasi tersebut masih berada pada tahap awal. Pandu menegaskan, non-binding term sheet yang telah ditandatangani belum merupakan perjanjian investasi definitif.

"Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia," katanya.

Dengan demikian, realisasi investasi masih akan bergantung pada hasil uji tuntas serta pembahasan dan penyusunan perjanjian definitif antara para pihak.

CEO VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie menambahkan, kerja sama tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya sekaligus memperkuat pengembangan solusi mobilitas listrik di Indonesia.

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan, yang bukan hanya merepresentasikan kolaborasi strategis, tetapi juga amanah untuk membawa VKTR memasuki fase pertumbuhan berikutnya," ujar Anindra.

Baca Juga: Danantara Investment Management (DIM) Masuk VKTR, CORE Ingatkan Risiko Return

Melalui kerja sama ini, DIM dan VKTR menargetkan pengembangan kapasitas industri kendaraan listrik dalam negeri sekaligus memperluas penerapan kendaraan listrik pada sektor transportasi komersial.

Bagi DIM, investasi di sektor elektrifikasi mobilitas juga menjadi bagian dari mandat untuk mengoptimalkan investasi pemerintah dan aset BUMN sekaligus mendukung agenda industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara bagi VKTR, pengembangan kendaraan listrik komersial berpotensi membuka pasar yang lebih luas seiring kebutuhan operator transportasi terhadap armada yang lebih efisien dan rendah emisi.

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara industri kendaraan listrik dengan rantai pasok baterai dan mineral kritikal di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News