KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembentukan Subhiolding Downstream (SHD) PT Pertamina hasil dari gabungan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) menimbulkan gejolak di antara pengurus yang ditunjuk. Pengesahan RUPS dikabarkan molor karena belum deal penempatan direksi dan komisaris. Bahkan ada komisaris yang tadinya tidak masuk menjadi masuk. Sementara ada direksi yang sudah masuk tidak hadir dengan alasan tidak jelas. Lebih menarik lagi, sampai RUPS selesai informasi posisi dari direksi dan komisaris SHD Pertamina tidak dipublikasikan. Sumber KONTAN menceritakan suasana di ruang RUPS sangat dinamis meskipun pada akhirnya mencapai kata sepakat.
Akhirnya Danantara memutuskan atau memfinalkan nama-nama direksi dan komisaris yang menempati posisi di SHD Pertamina. Kontan.co.id mendapat dokumen susunan pengurus SHD yang sudah final. Susunan Dewan Komisaris Subholding Downstream (SHD) 1. Komisaris Utama : Sabar Yudo Suroso 2. Wakil Komisaris Utama : Agustina Arumsari 3. Komisaris : Bambang Suswantono 4. Komisaris : Ahmad Erani Yustika 5. Komisaris : Wanti Waranei Franky Mamahit 6. Komisaris : Panel Barus 7. Komisaris : Tina Talisa 8. Komisaris : Andy Rachmianto 9. Komisaris : Ardhy N. Mokobombang 10. Komisaris Independen : Sudung Situmorang 11. Komisaris Independen : Siti Zahra Aghnia 12. Komisaris Independen : Prabunindya Revta Revolusi Susunan Direksi Subholding Downstream (SHD) 1. Direktur Utama : Mars Ega Legowo Putra 2. Wakil Direktur Utama: Taufik Aditiyawarman 3. Direktur Transformasi, Digitalisasi, & Sustainability : Tenny Elfrida 4. Direktur Penunjang Bisnis : Putut Andriatno 5. Direktur Sumber Daya Manusia : Dewi Kurnia Salwa 6. Direktur Optimasi Hilir & Distribusi : Hari Purnomo 7. Direktur Kelembagaan & Kepatuhan : Kadek Ambara Jaya 8. Direktur Armada Logistik : Arif Yunianto 9. Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis : Joko Pranoto 10. Direktur Operasi Kilang : Didik Bahagia 11. Direktur Niaga : Erwin Suryadi 12. Direktur Pemasaran Retail : Eko Ricky Susanto 13. Direktur Pemasaran Korporat : Alimuddin Baso 14. Direktur Infrastruktur, Proyek, & Asset Integrity : Setyo Pitoyo 15. Direktur Manajemen Risiko : Rahman Pramono Wibowo 16. Direktur Keuangan : Bagus Agung Rahadiansyah Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai penyedia energi. "Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," ungkap Baron, Kamis (5/2). Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan.
"Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal," imbuh Simon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News