KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, sebagai bagian dari rencana pengembangan ekosistem akomodasi dan layanan terpadu bagi jemaah haji dan umrah. Langkah ini melengkapi akuisisi Novotel Thakher Makkah yang telah diselesaikan pada Agustus 2026. Melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), Danantara menyelesaikan transaksi lahan tersebut pada 18 Oktober 2026. Sebelumnya, hotel Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar dan suite telah diakuisisi dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026. Rangkaian transaksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis antara Danantara Indonesia dan Thakher Development Company yang diumumkan pada 14 Desember 2025.
Baca Juga: Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026 Investasi tersebut menjadi pijakan bagi Danantara untuk membangun platform investasi jangka panjang di sektor perhotelan Makkah. Selain mengelola hotel yang sudah beroperasi, Danantara berencana mengembangkan lahan yang telah diakuisisi untuk memperluas kapasitas akomodasi dan menyediakan layanan pendukung bagi jemaah secara bertahap.
Lahan akan dikembangkan menjadi kompleks terpadu
Lahan seluas 4,4 hektare tersebut akan menjadi bagian dari rencana induk pengembangan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan sarana pendukung lainnya. Pengembangan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang turut mendukung penyelesaian transaksi dan ekspansi Danantara di Arab Saudi. Sebelum pembangunan dilakukan, studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan yang diperlukan akan disiapkan sesuai tahapan pengembangan. Dengan demikian, realisasi proyek lanjutan masih akan bergantung pada kelayakan komersial dan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Investasi ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem haji dan umrah yang disebut sebagai Kompleks Bait Jemaah. Inisiatif tersebut ditujukan untuk menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah Indonesia maupun dari negara lain, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman selama menjalankan ibadah. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, penyelesaian transaksi tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Menurut Rosan, Danantara akan mengelola aset dengan disiplin investasi sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu untuk meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah. Ia juga menyebut investasi ini sebagai bagian dari upaya mempererat kemitraan ekonomi Indonesia dan Arab Saudi. Ke depan, Danantara akan menjajaki peluang investasi lainnya, termasuk di Madinah dan sektor-sektor strategis di luar properti. Baca Juga:
Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026 Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menambahkan, kombinasi hotel yang telah beroperasi dan lahan untuk pengembangan memberikan ruang bagi ekspansi jangka panjang seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah. Selain memperluas kapasitas akomodasi, Danantara melihat peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, dan kuliner Indonesia kepada pasar internasional melalui platform tersebut. Pandu menegaskan pengembangan lanjutan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang berhati-hati untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Sementara itu, CEO Thakher Development Faisal Shaker menyebut transaksi tersebut sebagai tonggak penting bagi kawasan Thakher Makkah. Menurut dia, kehadiran investor dari Indonesia mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kawasan tersebut dan peluang investasi di Makkah. Faisal juga menyampaikan bahwa proses transaksi, sejak penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 bulan. Fokus berikutnya adalah menyelaraskan rencana investasi Danantara dengan strategi pengembangan kawasan, termasuk mendukung peluang agar lebih banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram. CEO Khomasiah Group Ammar Baroum turut menilai investasi tersebut mencerminkan minat investor internasional terhadap potensi jangka panjang pasar Arab Saudi, khususnya sektor perhotelan dan properti di Makkah serta Madinah. Ia menyebut peran Khomasiah dalam transaksi ini sebagai bagian dari dukungan terhadap investasi asing yang sejalan dengan visi Saudi 2030.
Danantara menyatakan pengembangan akan dilakukan secara bertahap dan akuntabel, dengan berkoordinasi bersama otoritas terkait di Indonesia dan Arab Saudi. Realisasi fasilitas baru masih menunggu penyelesaian studi kelayakan, persetujuan, dan perizinan sesuai rencana pengembangan.
Baca Juga: Green Power (LABA) & Oscar Investama Dirikan GOIN, Bidik Bisnis Sewa Baterai Truk EV Dalam jangka panjang, investasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan layanan haji dan umrah yang lebih terintegrasi sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Arab Saudi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News