KONTAN.CO.ID - Isu masuknya pemerintah ke PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya terjawab. Manajemen GOTO mengonfirmasi bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah membeli saham GOTO di pasar reguler, meski porsinya masih di bawah 1%. Sekretaris Perusahaan GoTo R A Koesoemohadiani menyampaikan, perseroan memahami bahwa BPI Danantara telah membeli saham GOTO melalui mekanisme transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun demikian, jumlah saham yang dibeli Danantara masih tergolong kecil. BPI Danantara telah membeli sejumlah saham GOTO melalui Bursa dalam jumlah kurang dari 1% dari saham yang diterbitkan oleh GOTO.
Manajemen menyambut baik masuknya Danantara sebagai investor, sejalan dengan komitmen GoTo menjaga fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang. “Kami menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang,” ,” jelas Diani dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/5/2026). Diani menegaskan, GoTo akan tetap mematuhi kewajiban pelaporan atas kepemilikan saham sesuai ketentuan Bursa.
Baca Juga: Incar Cuan Dividen? BJBR dan BMRI Paling Royal di Kuartal II-2026, Cek Daftarnya GOTO juga telah menyampaikan laporan kepemilikan saham 1% hingga 5% kepada BEI sejak Maret 2026. Namun, sesuai aturan BEI, informasi tersebut bersifat privat dan disampaikan secara terbatas. Sementara itu, berdasarkan data struktur pemegang saham yang tercantum di situs Bursa Efek Indonesia (IDX), porsi kepemilikan terbesar di GOTO saat ini masih didominasi oleh masyarakat non-warkat yang mencapai 76,61%. Adapun investor strategis asing masih tercatat sebagai pemegang saham utama, antara lain SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. dengan kepemilikan 7,65% serta Taobao China Holding Limited sebesar 7,43%. Selain itu, GoTo juga memiliki saham treasury sebesar 3,14%. Sementara PT Saham Anak Bangsa tercatat menggenggam 2,26% saham GOTO. Di jajaran manajemen, nama Andre Soelistyo tercatat memiliki 0,57% saham GOTO. Sedangkan komisaris lainnya seperti Agus D.W. Martowardojo tercatat memiliki 0,01%. Masuknya Danantara, meski masih di bawah 1%, menambah perhatian pasar terhadap arah kepemilikan saham GOTO ke depan, terutama di tengah dinamika konsolidasi investor pada sektor teknologi.
Tonton: Alarm Darurat Energi CEO Chevron Dunia Mulai Kekurangan Minyak Tabel 1: Ringkasan Kepemilikan Saham GOTO (Data IDX)
| Pemegang Saham / Kategori | Jumlah Saham | Persentase |
| Masyarakat Non Warkat | 912.545.687.945 | 76,61% |
| SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. | 91.102.207.128 | 7,65% |
| Taobao China Holding Limited | 88.531.124.993 | 7,43% |
| Saham Treasury | 37.440.078.403 | 3,14% |
| PT Saham Anak Bangsa | 26.888.988.841 | 2,26% |
| Masyarakat Warkat | 2.858.899.747 | 0,24% |
Sumber: IDX.co.id Tabel 2: Kepemilikan Saham Manajemen & Pendiri (Data IDX)
| Nama | Jabatan/Kategori | Jumlah Saham | Persentase |
| Andre Soelistyo | Komisaris | 6.734.025.100 | 0,57% |
| Hans Patuwo | Direksi | 763.015.167 | 0,07% |
| Catherine Hindra Sutjahyo | Direksi | 493.717.692 | 0,04% |
| Santoso Kartono | Komisaris | 394.010.440 | 0,03% |
| Monica Lynn Mulyanto | Direksi | 66.900.481 | 0,01% |
| Agus D.W. Martowardojo | Komisaris | 169.585.462 | 0,01% |
| Sudhanshu Raheja | Direksi | 33.856.910 | 0,00% |
Sumber: IDX.co.id Tabel 3: Kepemilikan Pendiri (yang tercantum di data IDX)
(Catatan: data IDX menampilkan beberapa nama muncul lebih dari sekali) | Nama | Jumlah Saham | Persentase |
| William Tanuwijaya | 12.588.634.432 | 1,06% |
| William Tanuwijaya | 2.130.824.541 | 0,18% |
| Melissa Siska Juminto | 4.043.358.227 | 0,34% |
| Melissa Siska Juminto | 1.087.292.195 | 0,09% |
| Kevin Bryan Aluwi | 3.272.789.432 | 0,27% |
Sumber: IDX.co.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News