KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI Danantara) menyiapkan skema de-risking untuk mempercepat pengembangan proyek waste to energy (WTE) di Indonesia. Skema ini disiapkan untuk mengurangi risiko proyek sehingga dapat menarik investor untuk masuk ke sektor pengolahan sampah menjadi energi. Managing Director, Global Relations & Communication BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan Danantara tidak hanya berperan sebagai investor atau co-investor, tetapi juga sebagai mitra yang membantu mengurangi risiko yang dihadapi proyek. “Peran kita bukan hanya adalah sebagai pihak yang berinvestasi atau co-investor saja. Bagi para pemain-pemain asing yang ingin masuk ke Indonesia, mereka juga membutuhkan mitra yang bisa melakukan memfasilitasi berbagai kegiatan yang ada,” ujar Pahala dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Danantara Siapkan De-risking untuk Percepat Proyek Waste to Energy
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI Danantara) menyiapkan skema de-risking untuk mempercepat pengembangan proyek waste to energy (WTE) di Indonesia. Skema ini disiapkan untuk mengurangi risiko proyek sehingga dapat menarik investor untuk masuk ke sektor pengolahan sampah menjadi energi. Managing Director, Global Relations & Communication BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan Danantara tidak hanya berperan sebagai investor atau co-investor, tetapi juga sebagai mitra yang membantu mengurangi risiko yang dihadapi proyek. “Peran kita bukan hanya adalah sebagai pihak yang berinvestasi atau co-investor saja. Bagi para pemain-pemain asing yang ingin masuk ke Indonesia, mereka juga membutuhkan mitra yang bisa melakukan memfasilitasi berbagai kegiatan yang ada,” ujar Pahala dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (6/10/2026).