Perkuat Rantai Pasok Daging, Danantara Suntik Rp 44,75 Triliun ke JBS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai mengarahkan investasinya ke rantai pasok pangan global.

Melalui Danantara Investment Management (DIM), Danantara menyiapkan investasi US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 44,75 triliun untuk membentuk perusahaan patungan dengan JBS Group, perusahaan pengolahan daging asal Brasil.

Investasi tersebut memberikan Danantara porsi 25% saham dalam perusahaan patungan, sementara 75% sisanya dimiliki JBS.


Langkah ini memperluas strategi Danantara dari investasi domestik ke aset dan jaringan bisnis global yang dinilai dapat memperkuat akses Indonesia terhadap rantai pasok protein.

Baca Juga: Danantara Investasi Rp 44,75 Triliun ke JBS, Ekonom Soroti Ketergantungan Impor

Perusahaan patungan tersebut akan mengelola operasional JBS di Australia dan Selandia Baru. Kedua negara memiliki posisi penting dalam pasokan daging sapi ke pasar Asia, termasuk Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem protein Indonesia sekaligus rantai pasok protein di Asia Tenggara.

"Kemitraan ini mencerminkan komitmen Danantara membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi kami," ujar Pandu dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Nilai investasi Danantara dalam kerja sama ini masih berpotensi membesar. Perusahaan patungan tersebut dapat memperoleh tambahan pembiayaan hingga US$ 2,5 miliar secara bertahap sehingga total modal yang tersedia berpotensi mencapai US$ 5 miliar.

Modal tersebut akan digunakan untuk membiayai akuisisi dan investasi greenfield di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Baca Juga: Danantara Investasi Rp 44,75 Triliun ke JBS, Perusahaan Daging Asal Brasil

Bagi Danantara, skema ini membuka akses terhadap jaringan, teknologi, standar operasional, dan pengalaman JBS dalam mengelola bisnis protein berskala global.

Global Chief Executive Officer JBS Gilberto Tomazoni menyebut kemitraan dengan Danantara sebagai bagian dari strategi jangka panjang JBS untuk mengembangkan bisnis di Asia Tenggara. JBS sendiri telah memiliki jaringan bisnis di Australia dan Selandia Baru.