Danantara Tawarkan Proyek Giant Sea Wall ke Investor Global, Ini Peluang Investasinya



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Danantara Indonesia menawarkan proyek perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) atau Giant Sea Wall sebagai peluang investasi baru bagi investor global.

Proyek yang dirancang untuk melindungi sekitar 1.000 kilometer garis pantai tersebut diklaim tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur ketahanan iklim, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor properti, infrastruktur, hingga energi terbarukan.

Menurut Managing Director of Investments, Danantara Development Management Fund Rachmat Kaimuddin, Indonesia tengah mendorong investasi pada berbagai sektor infrastruktur dasar, mulai dari irigasi, jalan perdesaan, air minum dan sanitasi, hingga energi bersih. Namun, di tengah tantangan perubahan iklim, proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu fokus investasi strategis yang ditawarkan kepada investor.


Baca Juga: Bahlil: Stok Batubara Aman Tapi Belum Ada Kontrak Resmi, PLN Kekurangan 20 Juta Ton

"Salah satu proyek yang kami dorong adalah coastal protection atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa. Kami ingin melindungi sekitar 1.000 kilometer garis pantai dengan berbagai jenis infrastruktur," ujar Rachmat dalam Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026 di Singapura, Selasa (16/6/2026).

Menurut Rachmat, proyek tersebut tidak sekadar berupa pembangunan tanggul laut, melainkan juga memiliki potensi pengembangan investasi yang lebih luas.

"Ke depan kami melihat ada potensi investasi melalui real estate investment maupun infrastructure investment. Ini bisa menjadi cara yang menarik bagi Indonesia untuk membuka peluang investasi kepada investor global," katanya.

Selain perlindungan pesisir, Danantara juga menempatkan sektor energi sebagai prioritas investasi. Seiring pertumbuhan ekonomi, kebutuhan energi Indonesia diperkirakan terus meningkat, namun dengan fokus pada sumber energi yang lebih bersih dan mendukung ketahanan energi nasional.

Investasi yang dibutuhkan mencakup pembangkit energi terbarukan, jaringan transmisi, sistem penyimpanan energi, hingga infrastruktur pengisian kendaraan listrik.

Sementara itu, Deputi Pendanaan dan Investasi Badan Otorita Pengembangan dan Pengelolaan Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Mohammad Irfan Saleh menjelaskan, kawasan Pantai Utara Jawa memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional.

Ia menyebut sekitar 40% produk domestik bruto (PDB) Indonesia dihasilkan di wilayah pesisir utara Jawa. Dari total panjang proyek sekitar 1.000 kilometer, pemerintah telah mengidentifikasi program perlindungan pesisir sepanjang 575 kilometer.

Baca Juga: ASEAN Power Grid Kian Menguat, Investasi Jaringan Transmisi Dibutuhkan

Menurut Irfan, proyek tersebut tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga menggabungkan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions), termasuk rehabilitasi mangrove.

"Kami memiliki program restorasi mangrove sekitar 120.000 hektare dan sedang mengembangkan skema pembiayaan karbon untuk mendukung kawasan ini," ujarnya.

Untuk wilayah Jakarta, proyek Giant Sea Wall akan dikombinasikan dengan pengembangan pelabuhan, pulau buatan, jalan tol, dan sistem transportasi guna meningkatkan konektivitas kawasan metropolitan.

Menariknya, proyek tersebut juga membuka peluang pengembangan energi surya terapung. Irfan mengatakan kawasan retensi air di dalam sistem Giant Sea Wall diperkirakan mencapai sekitar 12.000 hektare.

"Jika hanya 2% hingga 3% dari area tersebut digunakan untuk panel surya terapung, kapasitas listrik yang dihasilkan akan sangat besar," katanya.

Pemerintah saat ini mengundang partisipasi lembaga pembiayaan pembangunan multilateral (MDB) maupun investor swasta untuk terlibat dalam proyek tersebut. Danantara juga disebut akan membantu menyusun skema investasi guna menarik lebih banyak investor ke proyek yang nilainya diperkirakan mencapai skala jumbo tersebut.

Baca Juga: KAI: Kereta Api Barang Layani 26 Juta Ton Barang Selama Januari-Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News