Danantara Ungkap 52% BUMN Merugi, Total Kerugian Rp 20 Triliun Per Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria blak-blakan terkait kondisi keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelum dilakukan restrukturisasi. 

Donny menyebut sebanyak 52% dari 1.074 perusahaan pelat merah mengalami kerugian di setiap tahun. Angka kerugiannya mencapai Rp 20 triliun per tahun. 

"Kami menemukan bahwa 52% dari 1.074 perusahaan tersebut mengalami kerugian. Total kerugiannya mencapai Rp 20 triliun per tahun atau setara US$ 1,5 miliar setiap tahun," kata Donny dalam Danantara TIIF 2026, Senin (26/10/2026). 


Baca Juga: Danantara Mau Tutup 750 BUMN Tahun Ini, Bidik Peningkatan Laba Hingga 360 Triliun

Selain itu, Danantara juga menemukan kerugian sekitar US$ 2 miliar setiap tahun karena inefisiensi yang ditimbulkan oleh transaksi perusahaan berlapis. 

"Artinya, secara keseluruhan terdapat potensi penghematan sekitar US$ 3,5 miliar per tahun apabila perusahaan-perusahaan yang merugi dan struktur transaksi yang tidak efisien tersebut dapat ditangani," jelas Donny. 

Danantara juga menemukan adanya kumulasi utang yang tidak dikelola dengan baik oleh perusahan pelat merah. 

Danantara mencatat ada lebih dari 1.000 perusahaan tersebut memiliki berbagai klaim dan kewajiban satu sama lain. 

"Kami juga menemukan lebih dari 500 perkara di antara perusahaan-perusahaan tersebut. Bahkan, di Telkom saja, pada saat itu terdapat 157 perkara," urai Donny. 

Untuk itu, Danantara berupaya melakukan transormasi besar-besaran terhadap perusahaan negara, melalui berbagai kebijakan salah satunya restrukturisasi BUMN. 

Menurut Donny, Danantara akan berfokus kepada perusahaan-perusahaan negara yang memberikan imbal hasil maksimal kepada negara. 

"Saya ingin menegaskan bahwa Danantara Indonesia hanya akan bertahan apabila kami mampu mengelola BUMN dengan baik. Jika kami gagal mengelola BUMN, keberlangsungan Danantara Indonesia juga akan terancam," tandas Donny. 

Baca Juga: Gubernur BI Dorong Industrialisasi Diperkuat dan Hilirisasi Diperluas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News