KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danareksa Research Institute (DRI) memprediksi neraca dagang pada Oktober 2019 akan mengalami defisit sebesar US$ 320 juta atau sebesar US$ 0,32 miliar atau lebih tinggi dari defisit pada bulan September 2019 yang sebesar US$ 161 juta. Hal ini disebabkan oleh ekspor pada bulan Oktober 2019 yang diproyeksikan sebesar US$ 15,0 miliar dan impor yang lebih tinggi, yaitu mencapai US$ 15,4 miliar. Baca Juga: Pokja IV tunggu laporan BKPM soal potensi investasi Rp 700 triliun yang mandek
Menurut hasil rilis DRI tentang proyeksi neraca dagang edisi November 2019, kondisi impor yang lebih tinggi dari ekspor ini disebabkan oleh permintaan domestik yang rendah, harga minyak dunia yang meningkat, dan kestabilan nilai tukar rupiah. Lalu, bila melihat dari kondisi ekspor Oktober 2019, DRI memproyeksi ekspor akan membaik seiring dengan perbaikan prospek ekonomi dan peningkatan harga komoditas. Hal ini juga tercermin dari Legal Entity Identifier (LEI) beberapa negara partner dagang Indonesia yang mengalami peningkatan di Agustus.