Dapat izin BPOM, ini efisikasi dan efek samping vaksin Covid-19 Sputnik-V



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Satu lagi vaksin Covid-19 yang mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni vaksin Sputnik-V. Apa itu vaksin Covid-19 Sputnik-V? Bagaiman efikasi dan efek samping vaksin Covid-19 Sputnik-V?

Satgas Covid-19 mencatat, hingga Agustus 2021 telah menggunakan 5 macam vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi nasional. Macam-macam vaksin Covid-19 tersebut sudah mendapat izin BPOM.

Macam-macam vaksin Covid-19 yang sudah digunakan di Indonesia adalah Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm (untuk vaksinasi Gotong Royong), yang semuanya telah mendapatkan izin penggunaan darurat BPOM.


Belakangan ini, BPOM telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada vaksin Covid-19 Sputnik-V. Izin tersebut diberikan pada 24 Agustus 2021 berdasarkan pengkajian secara intensif oleh Badan POM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19 dan Indonesia Tenchnical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Penilaian terhadap data mutu vaksin Covid-19 Sputnik-V ini juga telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional. Kehadiran produk Rusia ini menambah jenis vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia.

Dibandingkan Pfizer yang juga belakangan hadir, vaksin Covid-19 Sputnik-V memang belum terlalu populer di masyarakat Indonesia. Informasi soal jenis vaksin Covid-19 Sputnik-V ini masih terbatas dan belum diketahui banyak orang.

Baca juga: Inilah penyebab infeksi ulang Covid-19

Berikut fakta-fakta penting mengenai vaksin Covid-19 Sputnik-V, efisikasi, hingga efek samping yang bisa terjadi: 

Vaksin Covid-19 Sputnik-V untuk usia 18 tahun ke atas

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan vaksin Covid-19 Sputnik-V akan digunakan untuk program vaksinasi orang dewasa. "Vaksin Sputnik-V untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas dan diberikan secara injeksi intramuskular," jelasnya dalam jumpa pers kepresidenan via You Tube.

Vaksin Covid-19 Sputnik-V diberikan dalam dua dosis dengan rentang tiga minggu

Vaksin Covid-19 Sputnik-V yang telah digunakan banyak negara di dunia ini diberikan dalam dua dosis, masing-masing sebesar 0,5 mL. Penyuntikan akan dilakukan dalam rentang waktu tiga minggu.

Vaksin Covid-19 Sputnik-V memiliki efikasi tinggi

Vaksin Covid-19 Sputnik-V memiliki tingkat efikasi yang cukup tinggi, hingga 91,6 persen. “Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6 persen (dengan rentang confidence interval 85,6 persen - 95,2 persen)," ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, dikutip dari laman resmi BPOM.

Efek samping vaksin Covid-19 Sputnik-V 

Efek samping dari penggunaan Sputnik-V termasuk dalam tingkat keparahan ringan atau sedang. Hal ini berdasarkan uji klinik vaksin ini dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya dari teknologi platform yang sama.

Keluhan yang paling umum dirasakan pasca suntik vaksin Covid-19 Sputnik-V misalnya gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), dan badan lemas (asthenia). Selain itu, adapula risiko munculnya ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

Penyimpanan vaksin Covid-19 Sputnik-V 

Vaksin Covid-19 Sputnik-V ini termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu pada suhu -20 derajat Celcius hingga 2 derajat Celcius.

Dikembangkan sejak awal pandemi

Vaksin Covid-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S). Kombinasi kedua platform ini diharapkan bermanfaat untuk menghindari situasi di mana sistem kekebalan dapat belajar mengenali vaksin sebagai benda asing yang perlu dihancurkan.

Uji klinisnya pertama kali dilakukan pada Juni 2020. Setelah serangkai uji coba, vaksin ini mulai digunakan dalam program vaksinasi massal di Rusia pada November 2020 lalu.

Kunjungan langsung ke lokasi produksi

Vaksin Covid-19 Sputnik-V ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia. Inspeksi onsite telah dilakukan fasilitas produksi Sputnik-V di Rusia, yaitu Generium dan Biocad sebagai fasilitas produksi bulk vaksin, serta Ufavita sebagai fasilitas fill and finish produk jadi. Berdasarkan hasil inspeksi, hasilnya telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan standar persyaratan mutu vaksin.

Itulah efikasi dan efek samping vaksin Covid-19 Sputnik-V. Ada macam-macam vaksin Covid-19 di Indonesia, masyarakat tidak perlu pilah-pilih, karena khasiatnya sama. Selain itu, jangan kendor menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Fakta Sputnik-V, Vaksin Buatan Rusia yang Baru Kantongi Izin BPOM",

Penulis : Sekar Langit Nariswari Editor : Lusia Kus Anna

Selanjutnya: Cara mengurangi efek samping vaksin Covid-19, konsumsilah makanan berikut ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News