KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Singaraja Putra Tbk (
SINI) resmi mengumumkan perolehan kontrak jasa pertambangan batubara dengan PT Petrosea Tbk (
PTRO) untuk dua anak perusahaannya senilai masing-masing Rp 45,57 triliun dan Rp 11,48 triliun. Perolehan nilai kontrak fantastis ini langsung direspons positif oleh pasar hingga mengerek harga saham SINI naik 9,68% ke Rp 6.800 kemarin, sekaligus menguatkan akumulasi kenaikannya sebesar 20,35% dalam sepekan terakhir. Aksi korporasi bernilai jumbo ini dinilai membuka era baru bagi akselerasi operasional dan laju harga saham perseroan ke depan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, kesepakatan dua anak usaha SINI dengan PTRO mencakup target produksi 42 juta ton batubara di Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan estimasi total pendapatan mencapai Rp 57 triliun sepanjang umur tambang.
Baca Juga: IHSG Melemah Tipis Dalam Sepekan, Dibayangi Tekanan Global dan Aksi Profit Taking Abida menjelaskan bahwa proyek ini mendorong lonjakan kontribusi pendapatan anak usahanya, KMS, dari US$ 52 juta pada 2026 menjadi US$ 158,97 juta pada 2027. "Ini game changer yang memberikan visibility pendapatan jangka sangat panjang," ujar Abida kepada Kontan, Jumat (24/7/2026). Abida menambahkan bahwa masuknya PTRO yang menyelesaikan investasi Rp 1,19 triliun hingga menguasai 19,88% saham SINI menjadi katalis ganda di balik lompatan harga saham sepekan terakhir. "Masuknya Petrosea sebagai pemegang saham strategis adalah sinyal kepercayaan institusional yang sangat kuat," kata Abida. Meskipun saham SINI tercatat masih terkoreksi 35% secara year to date (YtD), Abida menganggap penurunan tersebut membentuk basis rendah yang belum mencerminkan skala transformasi bisnis perseroan. Pipa jalur pendapatan sebesar Rp 57 triliun versus kapitalisasi pasar saat ini dinilai Abida membuka potensi rerating yang signifikan, kendati pemodal tetap diminta mengawal jadwal ramp-up produksi sebelum hasilnya berkontribusi penuh. "Koreksi -35% YTD menciptakan basis rendah yang belum mencerminkan skala transformasi bisnis yang sedang terjadi," tutur Abida. Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan bahwa akuisisi aset tambang dan penunjukan PTRO makin mempercepat transformasi SINI menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi. Nafan Aji menyebutkan, manajemen bahkan memperkirakan tambahan potensi pendapatan hingga Rp 57,1 triliun sepanjang umur tambang dari proyek tersebut. Nafan Aji menjelaskan, aliansi strategis ini memberikan akses bagi Happy Hapsoro melalui SINI terhadap aset tambang yang lebih besar dengan memanfaatkan value chain pertambangan milik Grup Prajogo Pangestu lewat PTRO dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (
CUAN).
Menurut Nafan Aji, sinergi ini bakal menguntungkan kedua belah pihak, di mana bagi PTRO, kontrak senilai Rp 9,3 triliun ini akan memperkuat backlog dan visibilitas pendapatan beberapa tahun ke depan. Nafan Aji memperkirakan, kolaborasi tersebut mendatangkan lima sinergi utama, mulai dari percepatan pengembangan tambang, optimalisasi kontraktor internal, efisiensi biaya produksi, kemudahan pendanaan, hingga peluang ekspansi aset berikutnya. Dari sisi rekomendasi, Nafan Aji menyematkan peringkat Add untuk saham PTRO dengan target harga Rp 5.625, sedangkan untuk saham SINI direkomendasikan
Not Rated. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News