KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah terus menguat ke level tertingginya dalam 11 bulan setelah tembus ke atas US$ 50 per barel. Bahkan pada Kamis (7/1), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2021 di New York Mercantile Exchange terlihat ada di level US$ 51,07 per barel. Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan, kenaikan harga minyak WTI dalam beberapa hari terakhir tidak terlepas dari tiga faktor. Pertama, tren pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang akhirnya mengangkat harga komoditas yang diperdagangkan dalam the greenback, termasuk minyak. Kedua, adanya kabar bahwa pemerintahan Presiden terpilih AS Joe Biden akan menekan produksi minyak mentah di AS. Hal ini berpotensi mengurangi jumlah pasokan minyak dunia.
Dapat sokongan positif, harga minyak WTI diprediksi ke US$ 60 per barel di akhir 2021
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah terus menguat ke level tertingginya dalam 11 bulan setelah tembus ke atas US$ 50 per barel. Bahkan pada Kamis (7/1), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2021 di New York Mercantile Exchange terlihat ada di level US$ 51,07 per barel. Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan, kenaikan harga minyak WTI dalam beberapa hari terakhir tidak terlepas dari tiga faktor. Pertama, tren pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang akhirnya mengangkat harga komoditas yang diperdagangkan dalam the greenback, termasuk minyak. Kedua, adanya kabar bahwa pemerintahan Presiden terpilih AS Joe Biden akan menekan produksi minyak mentah di AS. Hal ini berpotensi mengurangi jumlah pasokan minyak dunia.