Dapen BCA Beberkan Peluang bagi Industri untuk Dorong Kinerja Investasi pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) membeberkan peluang yang dapat dimanfaatkan industri dana pensiun untuk mendorong kinerja investasi pada 2026.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan industri dana pensiun dapat memanfaatkan peluang dari potensi perbaikan kondisi pasar keuangan pada 2026.

"Peluang lainnya datang dari tren penurunan suku bunga yang dapat mendukung penguatan nilai obligasi, serta potensi membaiknya kinerja pasar modal," katanya kepada Kontan, Selasa (30/12).


Baca Juga: Dapen BCA Terapkan Strategi Ini Guna Meningkatkan Return of Investment pada 2026

Meskipun demikian, Budi menyebut terdapat juga tantangan yang dapat memengaruhi kinerja investasi industri pada 2026.

Dia bilang tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi pembayaran manfaat cenderung lebih besar, dibandingkan penerimaan iuran, seiring dengan meningkatnya peserta yang memasuki masa pensiun. 

Di sisi lain, Budi menilai volatilitas pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi juga menjadi faktor eksternal yang perlu dikelola dengan hati-hati. Hal itu perlu dilakukan agar tidak berdampak signifikan pada stabilitas aset dana pensiun. 

"Oleh karena itu, disiplin pengelolaan investasi, penerapan prinsip kehati-hatian, dan penguatan manajemen risiko akan tetap menjadi fokus Dapen BCA dalam menjaga keberlanjutan kinerja ke depannya," ujar Budi.

Adapun Dapen BCA menyampaikan realisasi Return of Investment (RoI) telah mencapai 8,5% berdasarkan data terakhir.

Baca Juga: Dapen BCA Catatkan RoI 6,79% pada Kuartal III-2025, Melampaui Rata-Rata Industri

Sementara itu, OJK mencatat angka RoI industri dana pensiun mengalami peningkatan sebesar 1,45% secara YoY, dengan posisi Oktober 2025 sebesar 7,03%.

Berdasarkan kinerja terakhir industri dana pensiun, OJK mencatat total aset per Oktober 2025 tumbuh sebesar 9,82% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 1.647,49 triliun. 

Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52% YoY, dengan nilai mencapai Rp 400,44 triliun. 

Selanjutnya: HP Murah dari Infinix yang Cocok buat Bikin Konten Youtube & TikTok

Menarik Dibaca: HP Murah dari Infinix yang Cocok buat Bikin Konten Youtube & TikTok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News