Dapen BCA Nilai Naiknya BI Rate Bisa Berikan Dampak terhadap Hasil Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat lagi menjadi sebesar 5,50%. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menyampaikan kenaikan BI Rate dapat memberikan dampak terhadap hasil investasi. 

Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno mengatakan kenaikan BI Rate akan mendorong kenaikan yield dari surat berharga di pasaran. Dia bilang dampaknya bagi Dapen BCA ada dua sisi, yakni untuk surat berharga yang sudah dimiliki saat ini, kenaikan tersebut bisa menimbulkan potensi kerugian berupa penurunan nilai harga jual di pasar. 

"Di sisi lain, kondisi itu justru membawa keuntungan jika kami membeli surat berharga yang baru, karena kami bisa mendapatkan tingkat keuntungan yang jauh lebih tinggi," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).


Selain itu, Budi mengatakan dampak positif juga akan terasa jika industri perbankan turut menaikkan suku bunga deposito mereka. Dengan demikian, penempatan dana baru Dapen BCA di bank bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 

Baca Juga: Dapen BCA Ungkap Peluang di Balik Kenaikan BI Rate Jadi 5,50%

Oleh karena itu, dia bilang dampak akhir terhadap total hasil investasi akan sangat tergantung pada strategi Dapen BCA menyeimbangkan portofolio untuk meminimalkan potensi kerugian dari aset lama dan memaksimalkan keuntungan dari aset baru.

Dalam menyikapi kenaikan BI Rate, Budi menerangkan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang Dapen BCA akan bergerak secara hati-hati dan terukur dalam berinvestasi. 

Budi menambahkan, pihaknya akan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengunci tingkat keuntungan yang sedang tinggi pada instrumen investasi yang baru. Ditambah, mengatur jangka waktu investasi agar risiko penurunan nilai aset tetap terjaga dengan aman.

Baca Juga: Suku Bunga Rendah dan Pasar yang Volatil di Kuartal I Tekan Imbal Hasil Dapen BCA

Dalam kondisi suku bunga yang sedang naik, Budi mengatakan instrumen yang memberikan keuntungan tetap yang memiliki jangka waktu pendek hingga menengah. Instrumen tersebut menjadi pilihan yang menarik karena lebih stabil. 

"Contohnya, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan obligasi perusahaan dengan rekam jejak aman, serta deposito bank," tuturnya.

Adapun kinerja Return on Investment (RoI) Dana Pensiun BCA sampai Februari 2026 tercatat di level 0,92%. 

Baca Juga: Dapen BCA Catat Penerimaan Iuran Meningkat 5,65% per Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: