Dapen BCA Proyeksikan Pertumbuhan Peserta Moderat di Tengah Dinamika Demografi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA (Dapen BCA) memproyeksikan jumlah peserta akan terus bertumbuh secara moderat seiring dengan penambahan karyawan baru dari perusahaan pendiri.

Direktur Utama Dapen BCA, Budi Sutrisno mengatakan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari dinamika demografi peserta, termasuk adanya peserta yang memasuki masa pensiun maupun pensiun dini.

“Kami memproyeksikan jumlah peserta Dana Pensiun akan terus tumbuh secara moderat. Namun, laju pertumbuhan juga dipengaruhi oleh dinamika demografi peserta,” ujarnya kepada Kontan, Senin (30/3/2026).


Baca Juga: OJK Sudah Selidiki Penggelapan Dana Rp 28 Miliar Eks Pejabat BNI

Dari sisi kinerja, hingga Februari 2026, Dapen BCA mencatatkan aset dana kelolaan sebesar Rp 6,2 triliun. Seperti diketahui, peserta Dana Pensiun BCA sendiri berasal dari karyawan perusahaan pendiri yang telah berstatus karyawan tetap. 

Sementara itu, peserta baru merupakan karyawan yang baru bergabung dan telah memenuhi persyaratan kepesertaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Budi bilang, peningkatan jumlah peserta pada dasarnya sangat bergantung pada kebijakan dan perkembangan perusahaan pendiri. Dalam hal ini, pertumbuhan bisnis dan ekspansi usaha menjadi faktor utama yang mendorong penambahan karyawan baru.

“Selama perusahaan pendiri tetap berkembang dan melakukan ekspansi usaha secara berkelanjutan, kami melihat potensi pertumbuhan peserta Dana Pensiun akan tetap terjaga,” jelasnya.

Dari sisi internal, Dapen BCA berupaya memastikan kesiapan pengelolaan program pensiun serta mendukung optimalisasi kepesertaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, industri dana pensiun nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset dana pensiun mencapai Rp 1.686,11 triliun per Januari 2026 atau tumbuh 11,21% secara tahunan (year on year/YoY).

Adapun jumlah peserta dana pensiun hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 29,85 juta orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 28,77 juta orang.

Baca Juga: BI Kebut Perluasan QRIS Cross Border ke China, Target Rampung Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News