Dapen BCA Terapkan Upaya Ini Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menerapkan sejumlah upaya untuk menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat kepada para peserta.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menerangkan pihaknya akan mengedepankan upaya melalui pengelolaan investasi dan likuiditas yang dilakukan secara hati-hati dan terukur.

Meskipun dalam skema PPIP risiko berada pada peserta, dia menyebut pengelolaan dana tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas hasil investasi agar nilai manfaat peserta dapat tumbuh secara optimal.


Selain itu, Budi menerangkan strategi investasi difokuskan pada instrumen yang relatif stabil, seperti Surat Berharga Negara (SBN), dengan tetap mempertimbangkan diversifikasi untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan hasil. 

Baca Juga: Bank Mandiri Terbitkan Obligasi di Tengah Gejolak

"Pengelolaan arus kas juga dilakukan secara disiplin untuk memastikan ketersediaan dana dalam memenuhi kewajiban pembayaran manfaat. Pemantauan terhadap profil peserta juga terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pembayaran di masa mendatang," katanya kepada Kontan, Rabu (1/4).

Sementara itu, Budi tak memungkiri ada tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat. Dia menyebut tantangan utama yang dihadapi, antara lain dinamika pergerakan suku bunga dan yield pasar yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami perubahan arah, seiring dengan perkembangan kondisi global, termasuk faktor geopolitik. 

"Kondisi itu memengaruhi kinerja portofolio investasi, baik dari sisi imbal hasil maupun nilai wajar. Dengan demikian, pengelolaan investasi perlu dilakukan secara lebih adaptif untuk menjaga stabilitas hasil," tuturnya.

Budi mengatakan peningkatan jumlah peserta yang memasuki masa pensiun juga berdampak pada kebutuhan likuiditas yang lebih besar. Risiko peserta yang hidup lebih lama dari ekspektasi turut menjadi perhatian, khususnya bagi peserta yang memilih skema pembayaran berkala. 

"Di sisi lain, perubahan regulasi juga perlu terus diantisipasi, karena dapat memengaruhi strategi investasi maupun mekanisme pembayaran manfaat," kata Budi.

Baca Juga: Indonesia Gadai Oke Proyeksi Gadai Emas akan Tetap Diminati Masyarkaat di Masa Depan

Adapun Dapen BCA mencatatkan pembayaran manfaat pensiun meningkat sebesar 1,71% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 770,63 miliar pada 2025.

Budi menjelaskan, peningkatan pembayaran manfaat terutama dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah peserta yang memasuki usia pensiun. Selain itu, dia bilang hasil pengembangan investasi dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan saldo manfaat peserta, sehingga nilai pembayaran menjadi lebih besar. 

"Di sisi lain, klaim manfaat karena peserta berhenti bekerja juga tetap memberikan kontribusi terhadap total pembayaran manfaat," ucap Budi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News