Dapen BCA Waspadai Volatilitas Pasar hingga Arus Kas Keluar Jelang Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) mewaspadai sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pencapaian Return on Investment (RoI) hingga akhir 2026.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, salah satu faktor yang perlu dicermati adalah volatilitas pasar keuangan domestik dan global yang dipengaruhi dinamika geopolitik. Selain itu, arah pergerakan suku bunga acuan juga menjadi perhatian.

Baca Juga: AFPI Ungkap Tantangan Pindar Ekspansi ke Luar Jawa, Infrastruktur Jadi Kendala


"Selain itu, fluktuasi nilai wajar pada portofolio aset pendapatan tetap dan ekuitas," ungkap Budi kepada Kontan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Budi, peningkatan arus kas keluar untuk pembayaran manfaat pensiun juga perlu diantisipasi. Kondisi tersebut sejalan dengan siklus demografi peserta yang mulai memasuki masa purnatugas.

Karena itu, Dapen BCA perlu menjaga disiplin pengelolaan likuiditas agar pembayaran manfaat pensiun tidak mengganggu struktur portofolio utama.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Budi menilai peluang untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja RoI hingga akhir 2026 masih terbuka.

Dapen BCA pun menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan RoI di zona positif.

Baca Juga: OJK Ungkap 1.379 Laporan Penipuan Pakai AI, Modus Makin Canggih

Strategi tersebut antara lain melalui optimalisasi manajemen aset dan liabilitas, penerapan pengelolaan portofolio yang berlandaskan prinsip kehati-hatian, fleksibilitas dalam alokasi aset secara dinamis, serta perlindungan terhadap pokok dana peserta.

Budi menyampaikan, secara taktis Dapen BCA memanfaatkan momentum yield pada instrumen pendapatan tetap berkualitas untuk mengunci imbal hasil dalam jangka panjang.

Di sisi lain, penempatan likuiditas pada instrumen pasar uang yang kompetitif juga terus dioptimalkan.

"Ditambah, melakukan rebalancing portofolio secara terukur guna menangkap peluang di pasar modal," tuturnya.

Sebagai informasi, RoI Dapen BCA per Juli 2026 tercatat sebesar 2,40%. Berdasarkan catatan Kontan, capaian tersebut meningkat dibandingkan RoI pada Juni 2026 yang sebesar 1,65%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News