KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto terus menuai sorotan. Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan evaluasi total terhadap dapur umum MBG setelah ditemukan 78 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Solo yang tidak sesuai petunjuk teknis (juknis). Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, pengawasan ketat menjadi harga mati bagi program ini. Pasalnya, MBG mengelola dana negara yang sangat besar sehingga celah dalam implementasi di lapangan harus segera ditutup. "Saya kira dengan anggaran yang sangat besar dan tujuan program yang sangat luas, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang sudah seharusnya mendapatkan perhatian dan pengawasan yang sangat ketat," ujarnya kepada Kontan, Senin (9/3/2026).
Dapur MBG Bermasalah, Pengawasan Harus Ketat Karena Kelola Anggaran Sangat Besar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto terus menuai sorotan. Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan evaluasi total terhadap dapur umum MBG setelah ditemukan 78 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Solo yang tidak sesuai petunjuk teknis (juknis). Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, pengawasan ketat menjadi harga mati bagi program ini. Pasalnya, MBG mengelola dana negara yang sangat besar sehingga celah dalam implementasi di lapangan harus segera ditutup. "Saya kira dengan anggaran yang sangat besar dan tujuan program yang sangat luas, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang sudah seharusnya mendapatkan perhatian dan pengawasan yang sangat ketat," ujarnya kepada Kontan, Senin (9/3/2026).