JAKARTA. Pemerintah berhasil menggaet komitmen investasi baru dari Korea Selatan. Dari hasil pertemuan dengan investor Korea Selatan sebagai rangkaian acara kunjungan kerja Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) kemarin, komitmen investasi yang ditawarkan Korea Selatan mencapai US$ 9,7 miliar. Kepala BKPM Franky Sibarani memperinci, kominten investasi tersebut terdiri dari industri petrokimia di Banten senilai US$ 4 miliar; industri sintetik natural gas atau gasifikasi batubara di Sumatera Selatan sebesar US$ 2,8 miliar dan di Kalimantan Utara dengan nilai US$ 2,97 miliar. Kemudian, industri sweetener di Jawa Timur senilai Rp 0,07 miliar, pembangkit listrik di Jawa Timur sebesar US$ 0,03 miliar, industri makaman ternak di Jawa Timur US$ 0,037 triliun, dan industri farmasi di Jawa Barat sebesar US$ 0,02 miliar.
Dari Korsel, BKPM bawa minat investasi US$ 9,7 M
JAKARTA. Pemerintah berhasil menggaet komitmen investasi baru dari Korea Selatan. Dari hasil pertemuan dengan investor Korea Selatan sebagai rangkaian acara kunjungan kerja Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) kemarin, komitmen investasi yang ditawarkan Korea Selatan mencapai US$ 9,7 miliar. Kepala BKPM Franky Sibarani memperinci, kominten investasi tersebut terdiri dari industri petrokimia di Banten senilai US$ 4 miliar; industri sintetik natural gas atau gasifikasi batubara di Sumatera Selatan sebesar US$ 2,8 miliar dan di Kalimantan Utara dengan nilai US$ 2,97 miliar. Kemudian, industri sweetener di Jawa Timur senilai Rp 0,07 miliar, pembangkit listrik di Jawa Timur sebesar US$ 0,03 miliar, industri makaman ternak di Jawa Timur US$ 0,037 triliun, dan industri farmasi di Jawa Barat sebesar US$ 0,02 miliar.