JAKARTA. Kesukesan tidak selalu karena pendidikan formal. Sujak Widodo telah membuktikannya. Meski hanya lulusan SMP, ia berhasil membangun bisnis bengkel mobil yang kini omzet per bulannya mencapai ratusan juta rupiah. Melalui bendera Sujak Motor yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, pria kelahiran 54 tahun silam ini, menawarkan jasa servis perawatan mobil seperti yang dilakukan banyak bengkel lain, seperti layanan ganti oli, tune up mesin dan perawatan rutin lainnya. Namun, yang menjadikannya istimewa, karena ia juga menawarkan jasa memulihkan body mobil yang penyok. Dan karena keahliannya, ia bisa memulihkan bodi mobil yang penyok ke bentuk semula.Usaha bengkel ini sendiri dirintisnya pada 1996. Ini dilakukan, setelah belasan tahun ia bekerja di bengkel milik orang lain.Cerita awalnya, setelah lulus SMP di Surabaya, Sujak tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolah. Maka, ia merantau ke Jakarta dan bekerja di bengkel. Sejak itulah ia mulai mengenal dunia perbengkelan. Meskipun sempat beberapa kali pindah, namun ia sekali bekerja di bengkel. "Prinsip saya belajar sebanyak mungkin di mana pun saya kerja. Ini yang jadi bekal saya bangun bengkel sendiri," kisahnya. Iapun merintis bengkel Sujak Motor.Kini, berkat pengalaman tersebut, Sujak malah telah berhasil menciptakan alat untuk mengembalikan bentuk bodi mobil yang penyok. Ia menamakan alat yang ia rancang sendiri tersebut dengan nama Skill Dent Technosu (SDT).Menurut Sujak, kelebihan SDT adalah bisa mengembalikan bodi mobil penyok ke bentuk semula dalam waktu cepat. Biasanya bengkel lain membutuhkan waktu paling cepat empat jam untuk membetulkan satu panel bodi mobil yang penyok. Nah, dengan alat itu, hanya butuh waktu pengerjaan sekitar 15 menit. "Tapi itu tentatif, tergantung tingkat penyok, dan butuh pengecatan ulang atau tidak," beber Sujak.Ia mengaku, keberhasilannya mengembangkan teknologi alat SDT itu juga karena didukung Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA). Memang, sejak 2002, ia terpilih menjadi salah satu UKM binaan YDBA.Kata Sujak, sejauh ini, ada tujuh varian alat SDT yang telah ia kembangkan. Tiga diantaranya SDT manual, SDT hidrolik dan SDT angin. Masing-masing mempunyai kegunaan sendiri tergantung jenis penyoknya.Namun, ia menegaskan, SDT tidak menjanjikan bodi mobil bisa pulih 100% seperti semula. "Saya selalu bilang ke pelanggan, bodi mobil bisa kembali normal sekitar 95%," tukasnya.Apapun juga, ternyata, alat sederhana itu mampu membawa bengkel Sujak Motor berjaya. Banyak pelanggan yang datang, karena hasilnya bagus. Pada hal, tarif Sujak tidak tergolong murah. Ia mematok tarif berkisar Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per panel mobil.Kini, Sujak malah juga menjual alat tersebut kepada mereka yang menginginkan perkakas buatannya itu. Ia bilang, selain mendapat uang, ini juga wujud tanggung jawabnya karena diberkahi anugerah sehingga mampu mengembangkan alat tersebut. (Bersambung)Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Dari tangan Sujak, lahir penyulap bodi penyok (1)
JAKARTA. Kesukesan tidak selalu karena pendidikan formal. Sujak Widodo telah membuktikannya. Meski hanya lulusan SMP, ia berhasil membangun bisnis bengkel mobil yang kini omzet per bulannya mencapai ratusan juta rupiah. Melalui bendera Sujak Motor yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, pria kelahiran 54 tahun silam ini, menawarkan jasa servis perawatan mobil seperti yang dilakukan banyak bengkel lain, seperti layanan ganti oli, tune up mesin dan perawatan rutin lainnya. Namun, yang menjadikannya istimewa, karena ia juga menawarkan jasa memulihkan body mobil yang penyok. Dan karena keahliannya, ia bisa memulihkan bodi mobil yang penyok ke bentuk semula.Usaha bengkel ini sendiri dirintisnya pada 1996. Ini dilakukan, setelah belasan tahun ia bekerja di bengkel milik orang lain.Cerita awalnya, setelah lulus SMP di Surabaya, Sujak tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolah. Maka, ia merantau ke Jakarta dan bekerja di bengkel. Sejak itulah ia mulai mengenal dunia perbengkelan. Meskipun sempat beberapa kali pindah, namun ia sekali bekerja di bengkel. "Prinsip saya belajar sebanyak mungkin di mana pun saya kerja. Ini yang jadi bekal saya bangun bengkel sendiri," kisahnya. Iapun merintis bengkel Sujak Motor.Kini, berkat pengalaman tersebut, Sujak malah telah berhasil menciptakan alat untuk mengembalikan bentuk bodi mobil yang penyok. Ia menamakan alat yang ia rancang sendiri tersebut dengan nama Skill Dent Technosu (SDT).Menurut Sujak, kelebihan SDT adalah bisa mengembalikan bodi mobil penyok ke bentuk semula dalam waktu cepat. Biasanya bengkel lain membutuhkan waktu paling cepat empat jam untuk membetulkan satu panel bodi mobil yang penyok. Nah, dengan alat itu, hanya butuh waktu pengerjaan sekitar 15 menit. "Tapi itu tentatif, tergantung tingkat penyok, dan butuh pengecatan ulang atau tidak," beber Sujak.Ia mengaku, keberhasilannya mengembangkan teknologi alat SDT itu juga karena didukung Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA). Memang, sejak 2002, ia terpilih menjadi salah satu UKM binaan YDBA.Kata Sujak, sejauh ini, ada tujuh varian alat SDT yang telah ia kembangkan. Tiga diantaranya SDT manual, SDT hidrolik dan SDT angin. Masing-masing mempunyai kegunaan sendiri tergantung jenis penyoknya.Namun, ia menegaskan, SDT tidak menjanjikan bodi mobil bisa pulih 100% seperti semula. "Saya selalu bilang ke pelanggan, bodi mobil bisa kembali normal sekitar 95%," tukasnya.Apapun juga, ternyata, alat sederhana itu mampu membawa bengkel Sujak Motor berjaya. Banyak pelanggan yang datang, karena hasilnya bagus. Pada hal, tarif Sujak tidak tergolong murah. Ia mematok tarif berkisar Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per panel mobil.Kini, Sujak malah juga menjual alat tersebut kepada mereka yang menginginkan perkakas buatannya itu. Ia bilang, selain mendapat uang, ini juga wujud tanggung jawabnya karena diberkahi anugerah sehingga mampu mengembangkan alat tersebut. (Bersambung)Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News