Darmin: Bunga KUR 7%, perbankan bisa menjerit



JAKARTA. Pemerintah sepakat menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 110 triliun pada 2017, atau naik sekitar 10% dari tahun lalu senilai Rp 100 triliun.

Namun, bunga KUR tahun 2017 tetap 9%. Padahal, sebelumnya, bunga KUR tahun ini dikabarkan bakal turun jadi 7%.

“Kami bukan tidak bisa turunkan tingkat bunga, tapi bisa teriak seluruh bank. Dengan 9% saja, itu sudah berteriak bank-bank karena bisa-bisa tidak punya nasabah,” ucapnya saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Kamis (9/2).


Darmin mengatakan, dana corporate social responsibility (CSR) yang disalurkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan KUR harus dibedakan. Ia menekankan, yang ada di daerah-daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah dana CSR yang memang memiliki bunga yang murah.

“Bunganya murah, tapi ya jumlahnya Rp 300 miliar. Itu di mana-mana ada. Di Jatim ada, tapi ya angkanya tidak besar,” katanya.

Pada penyaluran KUR 2017, pemerintah ingin meningkatkan penyaluran di sektor produksi menjadi 40% dari yang sebelumnya hanya 22%.

"Maka 2017, kami ingin supaya pertanian, perburuan, kehutanan, perikanan, industri pengolahan bukan lagi 22,6% tapi bisa sampai 40%, bukan berarti yang lain tidak produktif," katanya.

Dari APBN, pemerintah menganggarkan Rp 9,43 triliun dengan subsidi bunga KUR Rp 9,22 triliun, dan imbal jasa pelaksanaan untuk periode tahun lalu yang belum terselesaikan administrasinya sebesar Rp 403,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini