Darmin: Kenaikan suku bunga acuan BI untuk menarik investor masuk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis kenaikan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate bisa menarik modal masuk (inflow) jangka pendek dan menekan defisit transaksi berjalan.

"Jadi salah satu tujuan apa yang dilakukan oleh BI kemarin itu ya memang supaya orang tertarik. Selisih riil antara suku bunga bank sentral kita dengan Amerika bisa menarik investor," ungkap Darmin, Jumat (16/11).

Kenaikan suku bunga acuan cukup menarik badi investor yang fokus pada investasi jangka pendek. Investor berpeluang memperoleh yield yang tinggi seiring dengan tren kenaikan. Utamanya investasi deposito dan surat utang negara (SUN).


Selain itu, untuk jaga arus modal tetap masuk, Darmin bilang paket kebijakan yang diumumkan hari ini sebagai bentuk porsi besar pemerintah untuk mendorong investasi masuk.

"Potensi sebenarnya sudah besar, tapi bagaimana membuat itu terealisasi, ya itu kebijakan BI dan pemerintah," ungkapnya.

Selain itu, kata Darmin kondisi saat ini tak bisa dijawab dengan neraca transaksi berjalan. Saat ini transaksi modal dan finansial yang surplus. Nah, apabila diakumulasikan, neraca transaksi berjalan selama ini defisit dapat ditutup oleh surplus neraca finansial dan modal.

Padahal, defisit neraca pembayaran kuartal III-2018 disebabkan defisit transaksi berjalan (CAD) yang tidak dapat dibiayai oleh surplus transaksi modal dan finansial (TMF). Tercatat transaksi modal finansial surplus U$ 4,2 miliar, sedangkan CAD sebesar US$ 8,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi