Darya Varia klaim lampaui pertumbuhan industri



Jakarta. PT Darya Varia Laboratoria Tbk optimistis untuk bisa terus mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dari tahun ke tahun.

Meski hingga kini pembukuan kinerja tahun lalu masih belum rampung, tetapi perusahaan farmasi yang tercatat dengan kode emiten DVLA itu memastikan di tahun 2015 berhasil melampaui pertumbuhan rata-rata industri.

“Darya Varia tumbuh diatas pertumbuhan industri farmasi Indonesia yang sebesar 7,9%,” ujar Firda O Chalid, Sekretaris Perusahaan PT Darya Varia Laboratoria Tbk kepada Kontan, Senin (25/1).


Jika di tahun 2014 kemarin perusahaan hanya bisa mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun, maka di penghujung tahun kemarin perseroan berhasil mengantongi pemasukan lebih dari Rp 1,19 triliun.

Menurut Firda, pendapatan yang diperolehnya didukung oleh 3 pilar utamanya yaitu obat resep, produk konsumer kesehatan serta ekspor dan toll manufacturing.

Kata dia, saat ini lini bisnis obat resepnya sudah turut berpartisipasi pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tahun kemarin ada sekitar 3 produk yang telah tersebar di 10 rumah sakit di Indonesia.

Bagi perseroan, kalau pihaknya tidak terlibat pertumbuhan obat generik akan turun.

“Kami juga ada peluncuran produk baru,” imbuhnya.

Namun ia tak merinci produk apa yang baru dikeluarkannya itu.

Menurut Firda produk baru ini diluncurkan dari segmen obat resep dan produk konsumer kesehatan.

Kedua segmen tersebut selama ini menjadi penyumbang terbesar penjualan.

Sedangkan sisanya disumbang dari penjualan ekspor dan toll manufacturing.

Terkait ekspor sendiri, pada pertengahan tahun kemarin Darya Varia juga sudah merambah 2 negara baru yaitu Saudi Arabia dan Hongkong.

Kedua negara tersebut dipilih untuk melebarkap sayap penjualan produk kapsul lunaknya.

Sebelumnya penjualan produk di luar negeri hanya dilakukan di Filipina, Myanmar, Kamboja, Singapura, Malaysia dan Vietnam.

Asal tahu saja, sampai akhir September lalu perseroan sudah mengantongi pendapatan sebesar Rp 984,93 miliar.

Angka ini meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 819,57 miliar.

Sedangkan perolehan laba tahun berjalan tercatat meningkat dari Rp 77,85 miliar menjadi Rp 95,75 miliar.