KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pembangunan
data center di kawasan Jatiluhur, Jawa Barat, perlu diikuti dengan penguatan tata kelola sumber daya air. Pasalnya, ekspansi industri tersebut berpotensi menambah kebutuhan air di tengah kebutuhan air untuk irigasi pertanian dan pasokan air baku ke wilayah Jabodetabek. Pasalnya, infrastruktur data center membutuhkan air dalam jumlah besar terutama untuk sistem pendingin guna meredam panas ekstrem yang dihasilkan oleh ribuan server dan chip komputer yang menyala tanpa henti Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai kondisi sumber daya air di Jatiluhur perlu menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.
Baca Juga: Garuda Indonesia Perkuat Pengalaman Pelanggan Menurut Trubus, kondisi debit air di Jatiluhur perlu diperhatikan karena dipengaruhi kondisi cuaca, termasuk kekeringan dan curah hujan. Penurunan debit air, menurut dia, pada akhirnya dapat berdampak terhadap pemanfaatan air untuk berbagai kebutuhan. “Karena memang akibat kekeringan yang panjang dan hujan lama, ini kan jadi debitnya menurun. Karena menurun itulah jadi akhirnya yang harusnya menirami atau apa sih buat irigasi, ya berarti kan harusnya lebih tercukupi tapi ya tentu dengan lebih efisien,” ujar Trubus kepada Kontan, Jumat (25/9/2026). Ia juga menyoroti aspek konservasi sumber daya air di kawasan Jatiluhur. Menurut dia, upaya konservasi masih perlu dioptimalkan agar ketersediaan air dapat terjaga di tengah kebutuhan yang terus berkembang. Trubus menilai kebutuhan air untuk
data center dapat menambah tekanan terhadap sumber daya air karena terdapat banyak kepentingan yang membutuhkan pasokan dari kawasan Jatiluhur. “Iya cukup menguras sumber air kita karena sesungguhnya keberadaan data center itu jadi banyak kepentingan bermain di situ untuk distribusi airnya. Siapa pihak yang membutuhkan siapa,” katanya. Menurut Trubus, pemanfaatan air dari Jatiluhur mencakup kebutuhan yang luas, termasuk untuk wilayah Jakarta. Karena itu, pengelolaan distribusi air menjadi salah satu persoalan penting yang perlu diperhatikan pemerintah. Ia mencontohkan, gangguan pasokan dari Jatiluhur dapat berpengaruh terhadap pelayanan air untuk Jakarta.
Baca Juga: TransNusa Gandeng Skywise Perkuat Transformasi Digital Operasional “Jatiluhur data center itu kan sangat memenuhi kebutuhan yang luas, termasuk Jakarta. Terus mengenai PAM air bersih itu kan semuanya dari situ diambil. Jadi itu seringkali pelayanan Jakarta seringkali bermasalah karena pasokan air dari Jatiluhur sering terhambat,” jelasnya. Dengan kondisi tersebut, Trubus menilai pemerintah perlu mengatur pemanfaatan air berdasarkan tingkat kebutuhan, terutama ketika debit air sedang rendah. “Regulasinya harusnya lebih menekankan kepada tingkat kebutuhan. Jadi kalau pas kebutuhannya lagi tinggi dan memang debit airnya kecil misalnya, itu harus diatur,” kata dia. Ia menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam distribusi air. Menurut Trubus, seluruh pihak yang membutuhkan air harus mendapatkan alokasi secara proporsional, sehingga kebutuhan industri tidak mengorbankan kebutuhan sektor lain. Di sisi lain, pembangunan
data center di sekitar Jatiluhur juga dinilai perlu disertai kajian mengenai daya dukung sumber daya air. Trubus mengatakan kajian tersebut semestinya dilakukan, meski ia menilai prosesnya belum cukup transparan. “Ya harusnya ada, cuma memang tidak transparan menurut saya. Jadi masalah tetap bukaannya itu,” ujarnya. Karena itu, ia menilai pengawasan pemerintah perlu diperkuat, terutama menyangkut distribusi dan ketersediaan air. Pengawasan tersebut penting untuk memastikan ekspansi industri tidak menimbulkan tekanan lebih besar terhadap sumber daya air. “Pengawasannya lebih ke persoalan distribusi. Di distribusi termasuk juga masalah ketersediaan airnya,” kata Trubus. Menurut dia, aspek konservasi Jatiluhur juga perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah. Dengan kebutuhan air yang melibatkan berbagai sektor, pengelolaan sumber daya air perlu mempertimbangkan kondisi aktual ketersediaan air di kawasan tersebut.
Baca Juga: Perintis Triniti Properti (TRIN) dan Artotel Teken Kerja Sama Pengelolaan Hotel Trubus menilai investasi
data center memiliki sisi positif karena keberadaan fasilitas tersebut mendukung berbagai aktivitas yang membutuhkan infrastruktur digital. Namun, di sisi lain, kebutuhan air menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan industri tersebut. “Kalau ada data center kan semuanya setelah kampung semuanya butuhkan apa-apa yang terkait dengan air itu sendiri. Tapi juga di satu sisi kalau kurang aja itu mengurang air juga,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News