KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sikap pelaku pasar yang masih cenderung risk off berpotensi membuat rupiah berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (7/3). Sentimen eksternal masih akan mewarnai perdagangan pada esok hari. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, saat ini indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tren kenaikan dan berhasil menembus level 98 imbas konflik Rusia - Ukraina. Selain itu, risk off sentimen juga tercermin dari peningkatan permintaan safe haven asset yang terindikasi dari kenaikan harga emas ke level US$ 1.946 per ons troi. “Untuk perdagangan Senin, pelaku pasar selain mencermati perkembangan Rusia-Ukraina dalam jangka pendek ini, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data tenaga kerja AS bulan Februari,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (4/3).
Data Ekonomi AS Bakal Jadi Penggerak Rupiah pada Senin (7/3)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sikap pelaku pasar yang masih cenderung risk off berpotensi membuat rupiah berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (7/3). Sentimen eksternal masih akan mewarnai perdagangan pada esok hari. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, saat ini indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tren kenaikan dan berhasil menembus level 98 imbas konflik Rusia - Ukraina. Selain itu, risk off sentimen juga tercermin dari peningkatan permintaan safe haven asset yang terindikasi dari kenaikan harga emas ke level US$ 1.946 per ons troi. “Untuk perdagangan Senin, pelaku pasar selain mencermati perkembangan Rusia-Ukraina dalam jangka pendek ini, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data tenaga kerja AS bulan Februari,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (4/3).