Data ekonomi buruk, euro melemah terhadap poundsterling



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data ekonomi yang buruk menyebabkan euro melemah terhadap poundstreling di tengah Brexit yang berlarut-larut. Analis mencatat pergerakan dua mata uang ini sangat tergantung Brexit. Mengutip Bloomberg, pukul 18.00 WIB, pairing EUR/GBP melemah 0,30% ke level 0,8549.

Analis Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan pergerakan euro terhadap poundsterling wajar terkoreksi karena isu tarik-menarik persoalan Brexit. Dia menilai info terbaru akan menurunkan nilai mata yang euro terhadap poundsterling.

Pekan ini Uni Eropa memberikan waktu lebih lanjut kepada Inggris untuk menyelesaikan perjanjian penarikan. "Ini tetap tidak mungkin, dan jika Perdana Menteri Theresa May kalah lagi, Inggris hanya akan memiliki waktu hingga 12 April untuk menyarankan tindakan baru, atau menyetujui perpanjangan lama atau meninggalkan Uni Eropa. Menurut Presiden Dewan Eropa Donald Tusk semua opsi akan tetap terbuka ke Inggris hingga 12 April," ujar Wahyu kepada Kontan.co.id, Selasa (26/3).


Di sisi lain, data ekonomi Inggris lebih baik daripada Eropa. Survei PMI Maret zona euro diperkirakan negatif termasuk produksi manufaktur yang juga menurun. "Di Jerman diperkirakan produksi manufaktur mencapai level terendah 40,1. Tampaknya European Central Bank (ECB) berkomitmen bulan Maret ini untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama dan mengumumkan putaran baru pinjaman bank jangka panjang," sebut Wahyu.

Wahyu melihat pergerakan EUR/GBP masih melemah seiring persoalan Brexit. Secara teknikal, pairing berada di bawah garis MA 50, MA 100 dan MA 200. Tak hanya itu, indikator RSI berada di bawah area 14, stochastic di bawah area 14,3,3 dan MACD negatif.

Besok, diperkirakan pairing EUR/GBP bergerak di rentang support 0,8480 - 0,8440 - 0,8400 dan rentang resistance 0,8620 - 0,8660 - 0,8700 dengan rekomendasi buy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati