Data ekonomi domestik positif, rupiah jadi berotot



JAKARTA. Otot rupiah mengencang di hari ketiga di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg Selasa (19/4), di pasar spot rupiah ke 13.156 per dollar AS atau menguat 0,11% dari sebelumnya Rp 13.170 per dollar AS pukul 10.04 WIB

Serupa, rupiah mengacu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) ke level Rp 13.150 per dollar AS atau menguat 0,41% dari sebelumnya Rp 13.204 per dollar.

"Dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia setelah dampak dari kegagalan pertemuan produsen minyak mereda, investor mulai kembali melirik aset mata uang berisiko mengingat ekonomi di negara berkembang masih relatif stabil," kata Analis PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong dikutip dari Antara.


Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investor seiring dengan fundamental ekonomi pada tahun ini relatif kondusisf. Paket-paket kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah akan segera dirasa dampaknya.

"Kebijakan pemerintah cukup berdampak ke sejumlah data ekonomi yang telah dirilis, situasi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan nilai tukar rupiah meningkat sehingga menjaga pergerakannya di area positif,' katanya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan suku bunga negatif di beberapa negara maju juga memicu aliran dana asing masuk ke negara berkembang, salah satunya Indonesia yang memiliki suku bunga positif.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa kebijakan ekonomi domestik cukup memberikan optimisme serta prospek penguatan bagi nilai tukar rupiah, data pertumbuhan impor yang membaik juga menjadi indikasi tambahan perbaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2016.

"Fokus investor selanjutnya akan mengarah ke Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan disimpulkan Kamis nanti (21/4)," katanya.

Ia mengatakan bahwa pelemahan dollar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah juga sejalan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed fund rate) yang belum pulih serta minimnya data ekonomi Amerika Serikat yang solid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto