JAKARTA. Ada yang mengejutkan dalam laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Kemarin (11/6), organisasi ini merilis data pekerja anak dunia, termasuk juga pekerja anak di Indonesia. Laporan ILO mencatat, ada lebih dari 1,5 juta anak yang masih berusia 10-17 tahun bekerja di pertanian dan perkebunan di Indonesia. Sebagian besar mereka tersebar di Sumatra Utara (155.196 anak), Jawa Tengah (204.406 anak), dan Jawa Timur (224.075 anak). Ironisnya, dari jumlah itu, 60%-70% di antaranya adalah perempuan. Direktur ILO Indonesia, Alan Boulton menyatakan, pekerjaan di sektor pertanian mengandung beberapa bahaya kerja bagi anak-anak. Misalnya, temperatur yang ekstrem, penggunaan pestisida, dan debu organik. Pekerjaan di sektor ini juga seringkali membutuhkan jam kerja yang panjang dan penggunaan mesin-mesin yang berbahaya.
Data ILO: 1,5 Juta Anak Jadi Pekerja di Sektor Pertanian & Perkebunan
JAKARTA. Ada yang mengejutkan dalam laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Kemarin (11/6), organisasi ini merilis data pekerja anak dunia, termasuk juga pekerja anak di Indonesia. Laporan ILO mencatat, ada lebih dari 1,5 juta anak yang masih berusia 10-17 tahun bekerja di pertanian dan perkebunan di Indonesia. Sebagian besar mereka tersebar di Sumatra Utara (155.196 anak), Jawa Tengah (204.406 anak), dan Jawa Timur (224.075 anak). Ironisnya, dari jumlah itu, 60%-70% di antaranya adalah perempuan. Direktur ILO Indonesia, Alan Boulton menyatakan, pekerjaan di sektor pertanian mengandung beberapa bahaya kerja bagi anak-anak. Misalnya, temperatur yang ekstrem, penggunaan pestisida, dan debu organik. Pekerjaan di sektor ini juga seringkali membutuhkan jam kerja yang panjang dan penggunaan mesin-mesin yang berbahaya.