KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pekan depan menjadi periode penting bagi pasar global dengan rilis sejumlah indikator ekonomi utama, terutama dari Amerika Serikat yang akan mengumumkan laporan ketenagakerjaan resmi untuk bulan Mei pada Jumat. Survei ekonom yang dihimpun
Bloomberg memperkirakan tingkat pengangguran AS akan tetap di 4,3%, sementara penambahan tenaga kerja (nonfarm payrolls) diproyeksikan mencapai 89.000 pekerjaan. Angka tersebut akan menjadi laju rata-rata tiga bulan tertinggi dalam lebih dari setahun, memicu ekspektasi bahwa pasar tenaga kerja mulai menunjukkan percepatan yang lebih stabil. Sektor kesehatan diperkirakan masih menjadi motor utama penciptaan lapangan kerja, disusul sektor siklikal seperti konstruksi, pariwisata, dan perhotelan yang kemungkinan terdorong oleh permintaan musiman serta kondisi cuaca yang lebih hangat.
Baca Juga: Aktivitas Manufaktur China Stagnan pada Mei, Tekanan Permintaan Domestik Meningkat Sementara itu, sektor manufaktur juga diperkirakan mendapat dorongan, seiring meningkatnya permintaan persediaan (
stockpiling) oleh pelanggan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat ketegangan geopolitik, termasuk dampak perang di Iran. Data PMI manufaktur dari S&P Global dan Institute for Supply Management (ISM) yang dirilis awal pekan juga akan menjadi indikator penting untuk menguji tren tersebut. Dari sisi investasi, laporan belanja konstruksi pada April yang dirilis Senin akan memberikan gambaran terbaru mengenai ekspansi pembangunan pusat data, yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan sektor konstruksi dan ekonomi secara keseluruhan di AS. Sejumlah ekonom menilai tren perekrutan tenaga kerja telah mencapai titik terendah pada awal musim gugur tahun lalu dan kini menunjukkan pemulihan bertahap. Laporan pekerjaan Mei diperkirakan akan memperkuat pandangan bahwa perekrutan kembali meningkat, sementara tingkat pengangguran tetap stabil. Selain itu, indikator lain seperti lowongan pekerjaan (job openings), laporan ADP untuk sektor swasta, PMI jasa ISM, hingga data klaim pengangguran mingguan juga akan menjadi perhatian pasar untuk menilai kekuatan pasar tenaga kerja AS secara lebih luas. Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve akan merilis Beige Book pada Rabu yang memberikan gambaran kualitatif kondisi ekonomi di berbagai wilayah AS. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan berbicara sebelum memasuki periode tenang menjelang keputusan suku bunga pada 17 Juni. Di Kanada, tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 6,9% dengan tambahan sekitar 10.000 lapangan kerja pada Mei, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih lemah dalam lingkungan “low-hire, low-fire”.
Baca Juga: Trump Hadiri Perayaan 250 Tahun AS, Sejumlah Artis Pilih Mundur dari Acara Asia: Fokus pada PMI dan Inflasi
Di Asia, perhatian tertuju pada data PMI dan inflasi dari berbagai negara. China diperkirakan masih menunjukkan aktivitas manufaktur yang berada di batas ekspansi dan kontraksi, menandakan pemulihan ekonomi yang belum kuat meski pemerintah terus meluncurkan stimulus. Sejumlah negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, dan Pakistan akan merilis data inflasi yang akan menjadi indikator awal dampak lonjakan harga energi terhadap konsumen. Di Jepang, pasar akan mencermati data upah dan konsumsi rumah tangga untuk menilai kekuatan permintaan domestik, serta kemungkinan arah kebijakan Bank of Japan (BOJ) yang masih berhati-hati dalam normalisasi suku bunga. Gubernur BOJ Kazuo Ueda dijadwalkan menyampaikan pidato sebelum keputusan kebijakan pada 16 Juni. Di India, Bank Sentral India (RBI) diperkirakan menahan suku bunga tetap pada pertemuan Jumat, sementara data PDB kuartal pertama juga akan dirilis di hari yang sama.
Eropa, Timur Tengah, dan Afrika: Inflasi dan Kebijakan ECB
Di Eropa, perhatian tertuju pada inflasi dan kebijakan European Central Bank (ECB) menjelang kemungkinan kenaikan suku bunga pada 11 Juni. Beberapa data inflasi utama menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi di kawasan euro, termasuk akselerasi di beberapa ekonomi besar. Data inflasi Swiss dan Swedia juga diperkirakan menunjukkan kenaikan, meski masih dalam target bank sentral masing-masing. Inggris menjadi sorotan dengan sejumlah pernyataan dari Gubernur Bank of England Andrew Bailey.
Amerika Latin: Inflasi dan Pemilu
Di Amerika Latin, inflasi di Peru diperkirakan terus meningkat mendekati batas atas target bank sentral, sementara di Kolombia data inflasi terbaru akan mencerminkan dampak kenaikan upah minimum dan tekanan harga pangan serta energi. Kolombia juga menggelar putaran pertama pemilihan presiden, yang menjadi perhatian pasar di tengah proyeksi inflasi yang diperkirakan mendekati 6%.