Data Tenaga Kerja AS Menguat, Harga Emas Global Mulai Tertekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia tertekan setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan lebih besar dari perkiraan.

Data tersebut kembali membuka peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September 2026, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.422,91 per troy ounce pada Jumat (4/9) pukul 10.50 waktu AS.


Setelah rilis data ketenagakerjaan, harga emas sempat anjlok lebih dari 2% ke level US$ 4.364,99 per troy ounce dan berada di jalur penurunan tipis secara mingguan.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS dan Arah The Fed

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 1,5% menjadi US$ 4.469,80 per troy ounce.

Data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Kondisi ini menandakan pasar tenaga kerja masih cukup solid dan memberi ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam pertemuan 15-16 September.

"Emas terpukul setelah data utama dan keseluruhan laporan yang kuat membuat kenaikan suku bunga September jauh lebih mungkin, kecuali inflasi CPI menunjukkan hasil yang lemah," kata analis independen Tai Wong.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 65%, naik dari sekitar 55% sebelum data tenaga kerja AS dirilis.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data inflasi AS, terutama indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) yang akan dirilis pekan depan. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter The Fed berikutnya.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Bertahan di US$ 4.334 Senin (8/6), Meski Data Tenaga Kerja AS Kuat

"Data pekerjaan terbaru ini memperlebar peluang The Fed menindaklanjuti kecenderungan menaikkan suku bunga, mungkin bahkan pada bulan ini," kata Chief Market Analyst Bybit Han Tan.

Penguatan dolar AS setelah rilis data tenaga kerja turut menekan emas. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Tekanan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,7% menjadi US$ 65,79 per troy ounce, platinum melemah 0,8% menjadi US$ 1.811,83, sedangkan paladium turun 1,6% menjadi US$ 1.397,75 per troy ounce.

Ketiganya juga berada di jalur penurunan secara mingguan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News